Tingkatkan Likuiditas Saham, Jembo Cable Company (JECC) Akan Stock Split 1:5
JAKARTA, investortrust.id – Emiten produsen kabel, PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) mengumumkan rencana pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5.
Melalui aksi korporasi ini nilai nominal akan dipecah dari Rp 500 menjadi Rp. 100 per saham. Stock split akan membuat jumlah saham Perseroan meningkat dari sebanyak 151.200.000 lembar saham menjadi sebanyak 756.000.000 lembar.
Direktur PT Jembo Cable Company Tbk Antonius Benady menyampaikan tiga tujuan melakukan stock split, yaitu untuk memenuhi ketentuan tentang jumlah minimum lembar saham Perseroan sehubungan dengan pemenuhan ketentuan free float.
Baca Juga
Pharos (PEHA) Raup Penjualan Rp 1,01 Triliun, Bagaimana dengan Labanya?
Kedua membuat harga lembar saham Perseroan menjadi lebih murah dan ketiga, membuat saham Perseroan menjadi lebih likuid.
‘’Pertimbangan Perseroan dalam melaksanakan Pemecahan Saham adalah guna memenuhi ketentuan V.1.1 Peraturan Bursa No. I-A Tahun 2021 dan ketentuan Bursa yaitu SK Direksi Bursa No Kep-00101/BEI/I/12-2021 tanggal 21 Desember 2021,’’ ujar Antonius dikutip dari laporan keterbukaan informasi Perseroan, Minggu (7/4/2024).
Baca Juga
Sebagai catatan, dalam belaid tersebut, Perusahaan tercatat harus memenuhi ketentuan jumlah saham free float paling sedikit 50 juta saham, dan paling sedikit 7,5% dari jumlah saham tercatat serta memiliki jumlah pemegang saham paling sedikit 300 nasabah pemilik SID.
Hingga penutupan perdagangan tanggal 5 April 2024, harga saham JECC tercatat ditutup pada level Rp 3.590 per saham, menguat 1,13% dari harga saham sehari sebelumnya.
Adapun jadwal stock split JECC yaitu:
Penyampaikan permohonan pencatatan saham tambahan yang berasal dari hasil stock split: 31 Mei 2024.
Pengumuman di bursa tentang jadwal pelaksanaan stock split: 7 Juni 2024.
Akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan pasar negoisasi: 12 Juni 2024.
Awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan pasar tunai: 13 Juni 2024.
Awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar tunai: 19 Juni 2024.

