Dipicu Penurunan Pendapatan, Laba Temas (TMAS) Terpangkas 42,37%
JAKARTA, investortrust.id – PT Temas Tbk (TMAS) membukukan penurunan laba tahun berjalan sebanyak 42,37% menjadi Rp 814,76 miliar pada 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,41 triliun. Penurunan tersebut sejalan dengan koreksi pendapatan.
Manajemen TMAS melalui rilis laporan kinerja keuangan tahun 2023 di Jakarta, kemarin, disebutkan pendapatan perseroan turun dari Rp 4,87 triliun menjadi Rp 4,30 triliun. Meski pendapatan turun, beban jasa perseroan justru naik dari Rp 3,11 triliun menjadi Rp 3,19 triliun. Hal ini memicu laba bruto turun dari Rp 1,76 triliun menjadi Rp 1,11 triliun.
Baca Juga
Sedangkana beban usaha perseroan mengalami penurunan dari Rp 228,32 miliar menjadi Rp 184,44 miliar. Perseroan juga mencatatkan kenaikan laba dari pelepasan aset tetap, penurunan laba perusahaan ventura, dan peningkatan operasina lainnya. Hal ini membuat laba usaha perseroan turun dari Rp 1,57 triliun menjadi Rp 966,38 miliar.
PT Temas Lestari sebelumnya selaku pengendali kembali TMAS memborong sebanyak 980 juta saham TMAS. Aksi tersebut berimbas terhada kepemilikan saham yang dikuasai menjadi 83,66%.
Corporate Secretary TMAS Marthalia Vigita mengatakan, pembelian sebanyak 980,6 juta saham TMAS tersebut telah direalisasikan pada 1 Februari 2024. Sedangkan harga pelaksanaan Rp 145 per saham atau di bawah harga penutupan hari itu Rp 165 per saham, sehingga total dana yang digelontorkan perusahaan yang dikuasai Harto Khusumo ini mencapai Rp 142,18 miliar.
Baca Juga
Pengendali Ini Kembali Tambah Saham Temas (TMAS) Rp 141,18 miliar
“Transaksi tersebut bertujuan sebagai investasi dengan status kepemilikan saham langsung,” tulisnya dalam penjelasan resminya.
Aksi ini merupakan yang kedua dilakukan pengendali tersebut dalam dua bulan terakhir. Pada 5 Desember 2023, Temas Lestari telah memborong sebanyak 623,12 juta saham TMAS dengan nilai transaksi Rp 93,47 miliar. Pembelian tersebut menjadikan total saham yang dimiliknya bertambah dari semula 80,84% menjadi 81,93% saham.

