Suskes Kerek Pendapatan dan Tekan Beban, Kino Indonesia (KINO) Berbalik Jadi Laba
JAKARTA, investortrust.id – PT Kino Indonesia Tbk (KINO) berbalik mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 70,46 miliar pada 2023, dibandingkan dengan rugi atribusi senilai Rp 957,02 miliar pada 2022.
Raihan laba atribusi tersebut ditopang peningakatan pendapatan perseroan dari Rp 3,63 triliun menjadi Rp 4,13 triliun pada 2023. Begitu juga dengan beban pokok pendapatan berhasil ditekan, sehingga penurunan tipis dari Rp 2,32 triliun menjadi Rp 2,41 triliun. Alhasil laba kotor melesat dari Rp 1,30 triliun menjadi Rp 1,72 triliun.
Baca Juga
Pendiri Divestasi Saham Kino Indonesia (KINO), Raup Puluhan Miliar
Manajemen KINO dalam rilis laporan kinerja keuangan di Jakarta, Sabtu (30/3/2024), menyebutkan bahwa raihan kalaba juga didukung keberhasilan perseroan menekan beban penjualan dari Rp 1,37 triliun menjadi Rp 1,16 triliun. Penurunan beban umum dan administrasi dari Rp 696,59 miliar menjadi Rp 339,15 miliar. Penurunan beban bunga dari Rp 170,73 miliar menjadi Rp 168,62 miliar.
Penurunan sejumlah beban tersebut menjadikan perseroan mencatatkan laba sebelum beban pajak penghasilan senilai Rp 113,65 miliar pada 2023, dibandingkan dengan rugi sebelum pajak senilai Rp 917,09 miliar.
Kino Indonsia (KINO) juga mencatatkan penurunan tipis total aset menjadi Rp 4,64 triliun pada 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 4,67 triliun. Total liabilitas juga turun dari Rp 3,14 triliun menjadi Rp 3,02 triliun.
Baca Juga
Kino merupakan perusahaan consumer goods yang memiliki lebih dari 30 merek dipasarkan di dalam dan luar negeri. Beberapa produk eprseroan personal care, minuman, makanan, dan farmasi.
Berfdasarkan data, PT Kino Investindo bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 70% saham KINO dan sisanya dimiliki DBSSG S/A Nusantara 11,23% dan Harry Sanusi menguasai 7,31% saham KINO.

