Dorong Pasar Modal Syariah, BEI dan BSN Jajaki Produk-produk Baru
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terus mengkaji pengembangan sejumlah produk syariah bersama dengan BSN (Badan Strandarisasi Nasional). Hal ini bertujuan untuk memperdalam pasar modal syariah di Indonesia.
“Tahun ini, kami sudah sepakat dengan BSN untuk mengkaji beberapa produk syariah, karena sejumlah masyarakat sudah mulai bertanya produk-produk syariah lainnya. Saat ini, bursa sedang mengkasi pengembagnan Single Stock Future (SSF) atau kontrak berjangka syariah, karena dari produk itu paling mungkin jadi syariah,” ungkap Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI Irwan Abdalloh di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (16/01/2024).
Baca Juga
BEI Buka Peluang Indeks Syariah Berbasis ESG Diluncurkan Tahun Ini
Selain SSF, dia mengatakan, BEI mengkaji produk syariah lainnya, seperti structured warrant yang sedang melalui proses pengkajian, terlepas demand produk ini belum menentu hingga kini. “Kita sudah terbitkan produk ini,” tegasnya.
BEI juga mengkaji carbon trading sebagai salah satu produk pengembangan syariah. BEI sendiri telah meluncurkan perdagangan karbon atau IDXCarbon pada September 2023 yang merupakan milestone terhadap dekarbonisasi Indonesia.
Baca Juga
Terakhir, Irwan mengungkapkan, BEI juga menggodok produk Islamic ETF Syariah Gold. Emas merupakan komoditas yang paling mudah untuk disyariahkan. Produk ini sedang diproses BSN agar tidak perlu mengganti Fatwa (dari Islamic ETF Syariah) dan menunggu kejelasan regulasi OJK.
Terkait target peluncuran produk baru ini, dia mengatakan, BEI belum bisa memastikannya dan BEI baru fokus pada proses pengkajian. “Regulasi OJK masih belum clear, apakah komoditas emas itu jadi underlying efek dan dianggap sebagai efek,” terangnya.

