Tak Sampai Sebulan, Saham Astra (ASII) Tergerus 12,74% ke Level Terendah 30 Bulan Terakhir
JAKARTA, investortrust.id – Penurunan harga saham PT Astra International Tbk (ASII) makin parah hingga ditutup ke level terendah baru dalam tiga tahun terakhir. Bahkan, penurunan saham emiten papan atas ini telah mencapai 12,74% dalam 30 bulan terakhir terakhir.
Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indoensia (BEI), Senin (29/1/2024), saham ASII ditutup anjlok Rp 145 (2,86%) ke level terendah baru dalam 2,5 tahun terakhir menjadi Rp 4.930.
Baca Juga
Digempur Mobil Listrik China, Ketidakpastian Astra (ASII) Meningkat
Data BEI juga mengungkap bahwa saham ASII telah terjerembab dari penutupan akhir tahun lalu Rp 5.650 menjadi Rp 4.930 pada penutupan perdagangan hari ini. Dengan demikian, penurunan saham ASII telah mencapai 12,74% sepanjang Januari 2024 berjalan. Saham ASII juga menjadi saham terbanyak yang dilepas asing untuk periode tersebut.
Berdasarkan data, harga penutupan level Rp 4.930 tersebut merupakan level terendah saham ASII terhitung sejak 12 Agustus 2021 atau lebih dari 2,5 tahun terakhir.
Penurunan saham ASII dipicu atas massifnya peluncuran kendaraan listrik baru di Indonesia dengan harga terjangkau. Bahkan, harga beberapa mobil listrik buatan China lebih murah, dibandingkan dengan mobil bermesin ICE yang ditawarkan Jepang.
Baca Juga
Harga Saham Astra (ASII) Melorot, Sekuritas Ini Ungkap Faktor Pemicunya
Gempuran mobil China dengan harga terjankau, fitur canggih, dan tenaga tangguh tersebut mendorong sejumlah analis merevisi turun target saham ASII. Di antarnaya, Sucor Sekuritas merevisi rekomendasi saham ASII menjadi hold dengan target harga dipangkas menjadi Rp 5.400. Target tersebut juga mempertimbangkan revisi proyeksi kinerja keuangan perseroan tahun 2024-2025.
Begitu juga dengan BRI Danareksa Sekuritas memilih untuk merekomendasikan hold saham ASII dengan target harga Rp 5.700. Rekomendasi ini mempertimbangkan berlanjutnya kebijakan subsidi pemerintah untuk penjualan mobil listrik.

