Emiten Wulan Guritno Buka Gerai di Medan
JAKARTA, investortrust.id – PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), emiten food and beverage (F&B) Lucy In The Sky yang kerap dikaitkan dengan artis Wulan Guritno, membuka gerai di Medan. Itu merupakan gerai ke-6 yang dibuka perseroan.
“Kami menyampaikan laporan informasi atau fakta material bahwa Lucy in The Sky membuka outlet ke-6 di Medan,” kata Direktur Utama Lima Dua Lima Tiga, Surya Andarurachman Putra dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu (13/09/2023).
Andarurachman tidak merinci dampak kejadian, informasi, atau fakta material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha emiten tersebut.
Sementara itu, dalam keterangan persnya, manajemen Lima Dua Lima Tiga mengungkapkan, gerai ke-6 Lucy In The Sky berlokasi di pusat Kota Medan. Lucy In The Sky Medan merupakan gerai ke-3 yang dibuka di luar Jakarta (setelah Bandung dan Surabaya).
“Dengan mengusung identitas Lucy In The Sky bohemian garden vibe, kami siap menghadirkan suasana seru, modern, dan nyaman sebagai tempat makan maupun tempat hangout favorit warga Medan,” papar manajemen Lucy In The Sky.
Lucy In The Sky mengeklaim sebagaipionir bar dan restoran di ruang terbuka yang mengangkat nuansa bohemian sebagai tempat hangout yang seru. Perusahaanitu hadir di Jakarta sejak 12 tahun silam.
Lucy In The Sky kerap diidentikkan dengan nama Wulan Guritno, meski artis tersebut tidak terdaftar secara resmi sebagai pemegang saham. Di perusahaan itu, Wulan Guritno (Sri Wulandari) tercatat sebagai salah satu komisaris.
Harga Saham
Berdasarkan data BEI, pemegang saham Lucy In The Sky adalah Surya Andarurachman Putra (direksi) sebesar 12,1%, Dimas Wibowo 16,7%, PT Delta Wibawa Bersama 47,79%, serta Billy Sabarto (komisaris) dan Hermansyah (direksi) masing-masing sebesar 2,43% dan 0,27%. Sisanya 20,71% dimiliki masyarakat.
Saat berita ini ditulis, saham LUCY melemah 1,4% ke posisi Rp 141, dengan market cap Rp 150,5 miliar. Selama sepekan, saham LUCY menguat 11,9%, selama sebulan naik 9,3%, dan selama setahun anjlok 24,2%.
LUCY mencatatkan return on asset (ROA) 1,90% dan return on equity (ROE) 3,99%. Dengan laba bersih pada kuartal II-2023 mencapai Rp 1,7 miliar, LUCY memiliki price to earning ratio (PER) 86,50 kali.

