BLT Mitigasi Risiko Pangan Tunggu Kontrak dengan Pos Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Bantuan Langsung Tunai (BLT) mitigasi risiko pangan disebut masih dalam proses pencairan. Penyaluran BLT tersebut ditargetkan tuntas Februari 2024.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut BLT mitigasi risiko pangan masih diproses. “Penyalurannya masih membutuhkan penganggaran di Kemensos dan kemudian berkontrak dengan PT Pos Indonesia,” kata Airlangga saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (16/02/2024).
Baca Juga
Pemerintah Gelontorkan Rp 11,25 Triliun untuk BLT Mitigasi Pangan, Ini Tujuannya!
Airlangga mengatakan, kontrak dengan Pos Indonesia dipilih mengingat biayanya yang lebih rendah, dibandingkan penyaluran melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Dia belum bisa memastikan penyaluran BLT mitigasi risiko pangan akan disalurkan. “Pekan ini bisa, tapi kita tunggu hasil KPU dulu,” ujar dia.
Airlangga menyebut bantuan mitigasi risiko pangan ini akan tetap dirapel bulan ini. Ini sebagai cara untuk mengurangi tingkat kemiskinan ekstrem.
“Kita kan ada sensus kemiskinan ekstrem, sedangkan targetnya nol. Jangan sampai momentum dan siklusnya lewat,” kata dia.
BLT mitigasi risiko pangan diluncurkan Airlangga pada 29 Januari 2024. BLT ini digelontorkan pemerintah untuk menjaga ekspektasi inflasi 2024 dalam sasaran yaitu sebesar 2,5% plus minus 1%.
Baca Juga
Pemerintah akan menggelontorkan Rp 11,25 Triliun untuk BLT Mitigasi Pangan untuk 18,8 juta keluarga penerima manfaat. BLT mitigasi pangan ini rencananya akan diberikan dari Januari-Maret 2024.
“Pemerintah telah memutuskan dengan program bantuan pangan pangan, di mana bantuan pangan beras sampai bulan Juni sebesar 10 kilogram dan BLT dengan judul mitigasi risiko pangan untuk tiga bulan,” kata
Airlangga mengatakan BLT tersebut akan diberikan pada Februari 2024. Bantuan tersebut besarnya Rp 200.000 per bulan atau Rp 600.000 untuk tiga bulan dan disalurkan melalui PT Pos Indonesia.

