Merger Gojek dengan Grab Sulit Direalisasikan, Berikut Penjelasannya
JAKARTA, investortrust.id – Peluang merger segmen bisnis on demand services Gojek milik PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan Grab di Indonesia kemungkinan sulit direalisasikan. Meski demikian berita tersebut bisa menjadi sentiment positif bagi saham GOTO.
Bloomberg pekan lalu melaporkan bahwa GOTO dan Grab disebut tengah berdiskusi tahap awal terkait berbagai skenario. Beberapa opsi, Grab akan mengakuisisi GoTo menggunakan uang tunai, saham, atau kombinasi keduanya.
Baca Juga
Usai Tokopedia Dikendalikan Tiktok, GOTO akan Kecipratan Pendapatan Rutin Ini
Diskusi terus berlangsung, kata salah satu orang yang meminta untuk tidak disebutkan Namanya, karena negosiasi bersifat pribadi. Para pemegang saham utama kedua perusahaan mendukung kesepakatan tersebut dan mendorong perundingan tersebut, kata sumber tersebut.
Stockbit Sekuritas menyebutkan bahwa merger tersebut bisa menimbulkan kekhawatiran monopoli bisnis on demand service di Indonesia, karena keduanya tercatat sebagai pemain dua terbesar di Indonesia.
“Dari sisi regulator, kami menilai bahwa mergera Gojek dengan Grab akan lebih sulit direalisasikan, dibandingkan dengan kolaborasi GOTO dengan Tiktok Shop,” tulis riset harian Stockbit Sekuritas, Senin (12/2//2024).
Baca Juga
Meski demikian, Stockbit Sekuritas menilai, aksi tersebut bisa menciptakan positif bagi pergerakan harga saham GOTO. Hal ini dapat dilihat dari pengalaman merger Tokopedia dengan Tiktok yang berimbas terhadap penguatan saham GOTO lebih dari 40%.
Meski demikian, berita tersebut berhasil mengangkat harga saham GOTO pada perdagangan saham pagi ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham GOTO berhasil dibuka melesat ke level Rp 86. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 86-90. Hingga pukul 10.00, saham GOTO naik Rp 3 (3,57%) menjadi Rp 87.

