Beredar Kabar GOTO dan Grab Jajaki Merger, BEI Buka Suara
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons kabar terkait perusahaan layanan tranportasi terbesar di Asia Tenggara, Grab Holdings Ltd dan GoTo Group yang memulai kembali pembicaraan untuk merger.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, saat ini belum menerima penjelasan terkait kabar tersebut. “Kalau rumor dan lain-lain tentu kami akan follow up dalam bentuk permintaan penjelasan,” kata Nyoman kepada wartawan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (13/2/2024).
Baca Juga
Nyoman menyebutkan, bursa belum menanggapai hal itu. “Saya tidak komentar tentang merger, kalau belum disampaikan perseroan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, mengutip bloomberg, Jumat (9/2/2024) perusahaan-perusahaan tersebut sedang menggelar diskusi awal terkait berbagai skenario. Dari beberapa opsi, ada pilihan Grab, yang berbasis di Singapura, akan mengakuisisi GoTo menggunakan uang tunai, saham, atau kombinasi keduanya.
Baca Juga
Baru Melantai, Harta Djaya Karya (MEJA) Komitmen Bagikan Dividen 35% dari Laba
Sementara itu diskusi terus berlangsung, kata salah satu orang yang meminta untuk tidak disebutkan Namanya, karena negosiasi bersifat pribadi. Para pemegang saham utama kedua perusahaan mendukung kesepakatan tersebut dan mendorong perundingan tersebut, kata sumber tersebut.
Tak hanya itu, valuasi tetap menjadi hambatan utama dalam kesepakatan apa pun, karena saham GoTo telah anjlok sekitar 30% dalam 12 bulan terakhir, kata sumber tersebut. Kekhawatiran lainnya termasuk struktur kesepakatan dan tata kelola, mereka menambahkan.
Sementara itu, pada penutupan perdangan saham sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham GOTO ditutup naik Rp 1 (1,19%) menjadi Rp 84. Saham ini sempat melesat ke level tertinggi intraday Rp 90 hari ini.(CR-5)

