Bank Permata (BNLI) Bukukan Pertumbuhan Laba 28% Jadi Rp 2,58 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Permata Tbk (BNLI) membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 2,58 triliun tahun 2023, tumbuh 28,41% secara year on year, dari perolehan laba bersih sebesar Rp 2,01 triliun pada tahun 2022.
Kenaikan laba bersih membuat laba per saham naik menjadi Rp 71,45, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 55,65 per saham.
Berdasarkan laporan keuangan audited yang dipublikasikan Bank Permata, Selasa (13/02/2024) disebutkan, perolehan laba bersih ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar Rp 9,99 triliun, naik dari Rp 9,12 triliun di tahun 2022.
Baca Juga
Bank IBK (AGRS) Dorong Pertumbuhan CASA hingga 40% Tahun Ini
Terdapat kenaikan pada pendapatan selain bunga yaitu pendapatan dividen sebesar Rp 620 miliar di tahun 2023 dari Rp 114 miliar, kemudian fee based income tercatat naik menjadi Rp 1,67 triliun dari sebelumnya Rp 1,66 triliun. Sementara pendapatan lainnya turun menjadi Rp 28,37 miliar dari Rp 39,54 miliar.
Pada sisi lain, beban beban operasional selain bunga bersih tercatat naik menjadi Rp 6,66 triliun tahun 2023 dari Rp 6,52 triliun di tahun 2022. Alhasil Perseroan membukukan laba operasional sebesar Rp 3,33 triliun dibanding Rp 2,59 triliun per tahun 2022.
“Hasil pencapaian kinerja PermataBank yang positif di 2023 adalah upaya berkesinambungan untuk terus tumbuh dan memberikan nilai bermakna bagi masyarakat. Hal ini juga tidak lepas dari dukungan stakeholders kepada PermataBank dalam menjalankan rangka strategi bisnis untuk menjadi ‘Bank of Choice’ dengan mengutamakan customer-centricity guna meningkatkan layanan kepada nasabah dan masyarakat,” kata Direktur Utama Bank Permata Meliza M. Rusli dalam keterangan yang dikutip, Selasa (13/02/2024).
Terkait peran intermediasi, sepanjang tahun 2023 Bank Permata mencatat penyaluran kredit sebesar Rp 141,67 triliun, atau tumbuh tipis 4,09% dari Rp 136,05 triliun pada tahun 2022. Penyaluran kredit tersebut mencerminkan posisi loan to deposit ratio sebesar 74,80%, naik dari posisi 68,93% di tahun 2022.
Sementara itu dana pihak ketiga yang terdiri dari giro, tabungan dan deposito tercatat sebesar Rp 188,03 triliun.
Baca Juga
Erajaya (ERAA) Perpanjang Fasilitas Pinjaman Bernilai Jumbo dari Bank CTBC
Adapun dari sisi neraca, total aset BNLI hingga Desember 2023 tercatat naik menjadi Rp 257,44 triliun dari Desember 2022 hanya Rp 255,11 triliun.
Adapun, dari sisi rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) secara kotor (gross), mengalami penurunan menjadi 2,88% pada Desember 2023. Dalam periode yang sama tahun lalu, NPL gross perseroan tercatat 3,13%.
Sedangkan NPL bersih mengalami kenaikan. Per Desember 2023 tercatat NPL bersih 0,38%. Pada periode yang sama tahun lalu tercatat 0,36%.

