Saham Bank Digital Bangkit, ARTO Cetak Penguatan Tertinggi
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten bank digital berhasil menguat sepanjang perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (3/1/2024). Penguatan tertingi dipimpin saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) dipicu atas proyeksi penurunan tingkat suku bunga tahun 2024.
Penguatan saham bank digital tersebut juga berbanding terbalik dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI yang ditutup anjlok sebanyak 44,5 poin (0,61%) menjadi 7.279,09.
Baca Juga
Tokopedia-Tiktok Lakukan Pembicaraan, Saham ARTO dan GOTO Direkomendasi
Berdasarkan data BEI, saham ARTO berhasil melesat Rp 230 (7,85%) menjadi Rp 3.160. Saham bank digital yang masuk dalam ekosistem PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tersebut bergerak dalam rentang Rp 2.900-3.190.
Penguatan juga melanda saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) dengan kenaikan Rp 8 (1,75%) menjadi Rp 466, PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) naik Rp 55 (4,74%) menjadi Rp 1.215, dan PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menguat Rp 12 (3,77%) menjadi Rp 330.
Sedangkan dalam dua hari perdagangan saham tahun 2024, mayoritas saham bank digital mencatatkan penguatan, dibandingkan dengan harga penutupan akhir tahun 2023. Kenaikan tertinggi dicatatkan saham ARTO mencapai 8,96% disusul saham BBYB dan AGRO masing-masing 6,88% dan 6,44%.
Baca Juga
Bank Jago (ARTO) Akan Terus Lanjutkan Inovasi dan Kolaborasi Ekosistem Digital
Sedangkan penurunan IHSG BEI hari ini sebanyak 44,5 poin (0,61%) menjadi 7.279,09 dipicu aksi ambil untung pemodal setelah IHSG mencapai level tertinggi baru kemarin.
Penurunan indeks dipicu koreksi sebagian besar sektor saham, seperti saham sektor kesehatan 0,92%, sektor konsumer non primer 0,82%, sektor energi 0,38%, sektor material dasar 0,44%, dan sektor keuangan 0,28%.
Sebaliknya penguatan melanda sektor teknologi sekitar 0,21%, saham sektor transportasi 0,12%, saham sektor infrastruktur 0,12%, dan saham sektor konsumer primer 0,02%.

