Sukses Cetak EBITDA Disesuaikan Positif, Arus Kas GOTO Diprediksi Menguat di 2024
JAKARTA, investortrust.id – Usai berhasil mencadtatkan EBITDA disesuaikan positif pada kuartal IV-2023, kinerja keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diprediksi lanjutkan penguatan, khususnya arus kas akan semakin solid tahun 2024.
Rilis laporan kinerja keuangan GOTO mengungkap bahwa perseroan berhasil membukukan adjusted EBITDA Rp Rp 77 miliar pada kuartal IV-2023 Setelah 14 tahun beroperasi. Bottom-line positif untuk pertama kali ini sudah sesuai dengan target manajemen.
Adjusted EBITDA atau sering dikenal dengan EBITDA yang disesuaikan merupakan salah satu metrik profitabilitas yang sering digunakan oleh perusahaan teknologi dengan pertumbuhan yang pesat, seperti GOTO. EBITDA yang disesuaikan biasanya menjadi target metrik profitabilitas, karena paling dekat dengan proxy operating cash flow atau arus kas dari aktivitas operasional.
Baca Juga
Usai EBITDA Disesuaikan Positif, GOTO Ungkap Harapan Ini di 2024
Analis MNC Sekuritas Alif Ihsanario mengapresiasi positif kinerja GOTO dengan keberhasilan mencapai profitabilitas. Apalagi pencapain tersebut lebih baik, dibandingkan target yang ditetapkan.
“Adjusted EBITDA kuartal terakhir 2023 sudah positif Rp 77 miliar, sementara sepanjang 2023 masih minus Rp 3,7 triliun. Meski masih minus, angka tersebut lebih baik dari perkiraan manajemen dengan rugi Rp 3,8 – 4,5 triliun untuk tahun fiskal 2023” katanya.
Usai mencetak adjusted EBITDA yang disesuaikan positif pada kuartal IV-2023, dia mengatakan, peluang GOTO untuk mencetak arus kas dari operasional positif menjadi kian terbuka lebar.
“Kita bisa lihat, adjusted EBITDA sudah positif Rp 77 miliar, cash flow operasi minus Rp 114 miliar pada kuartal IV-2023. Ini jauh lebih baik dari kuartal III dengan adjusted EBITDA minus Rp 942 miliar dan cash flow operasional minus Rp 1,1 triliun. Ini menandakan GOTO sudah mampu mengakselerasi transformasi model bisnis dari negative cash flow generating business menjadi positive cash flow generating business” kata Alif.
Baca Juga
Usai EBITDA Disesuaikan Positif, GOTO Ungkap Harapan Ini di 2024
Dia juga optimis arus kas dari aktivitas operasi GOTO berpeluang besar positif di tahun 2024. Beberapa pendorongnya adalah bisnis on-demand service (ODS) yang sudah cash flow positif, dampak kombinasi bisnis TikTok Shop dan Tokopedia serta fokus GOTO untuk menggeber GoTo Financial melalui consumer lending.
“Investasi TikTok ke Tokopedia memang mendilusi kepemilikan saham GOTO, tetapi dengan adanya prospek pertumbuhan serta size GTV yang jauh lebih besar dengan Tiktok Shop + Tokopedia, GOTO berpotensi mengantongi Rp 600-700 miliar pendapatan yang langsung masuk ke bottom-line dan arus kas” tambahnya.
Dengan arus kas dari operasi yang positif, GOTO dinilai akan menjadi raksasa teknologi yang berdikari, tidak lagi ketergantungan pada suntikan modal investor dengan model bisnis yang proven dan solid serta dalam jangka menengah ke panjang tidak menutup kemungkinan mampu membagikan dividen.

