Usai EBITDA Disesuaikan Positif, GOTO Ungkap Harapan Ini di 2024
JAKARTA, investortrust.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membidik EBITDA grup disesuaikan impas sepanjang tahun 2024 setelah positif pada kuartal IV-2023. Target tersebut didasarkan kondisi pasar dan berlanjutnya efisiensi perseroan.
Perseroan sebelumnya berhasil mencatatkan EBITDA disesuaikan senilai Rp 77 miliar pada kuartal IV-2023, dibandingkan rugi EBITDA disesuaikan kuartal IV-2022 senilai Rp 3,13 triliun. Raihan tersebut menjadikan rugi EBITDA disesuaikan perseroan tahun lalu turun drastic dari Rp 16,01 triliun menjadi Rp 3,67 triliun.
Direktur Keuangan GOTO Jacky Lo mengatakan, perseroanmencatatkan peningkatan profitabilitas seluruh unit bisnis pada kuartal IV-2023, “Perseroan berharap dapat mencapai EBITDA yang disesuaikan impas (breakeven) secara Grup untuk keseluruhan tahun buku 2024,” ungkapnya dalam penjelasan resminya di Jakarta, Selasa (19/3/2024).
Baca Juga
GOTO Pangkas Biaya dan Beban Jumbo, Tapi Rugi Bersih Melesat, Kok Bisa?
Dari empat segmen bisnis yang digeluti perseroan, segmen on demand services (ODS) dan ecommerce telah terlebih dahulu mencatatkan EBITDA disesuaikan positif. Segmen ODS mencatatkan EBITDA disesuaikan positif menjadi Rp 239 miliar pada kuartal IV-2023. Hal ini menjadikan rugi EBITDA disesuaikan perseroan turun drastis dari Rp 4,77 triliun menjadi Rp 219 miliar.
Begitu juga dengan EBITDA disesuaikan segmen ecommerce mencapai Rp 223 miliar pada kuartal akhir 2023, sehingga rugi EBITDA disesuaikan segmen ini turun drastic dari Rp 6,24 triliun menjadi Rp 751 miliar.
Sedangkan segmen financial technology (fintech) masih mencatatkan rugi EBITDA disesuaikan Rp 168 miliar pada kuartal IV-2023. Meski merugi, terjadi penurunan dalam rugi EBITDA disesuakan dari Rp 3,23 triliun menjadi Rp 1,58 triliun sepanjang tahun lalu.
Baca Juga
Kondisi hampir serupa dengan rugi EBITDA disesuaikan segmen bisnis logistik turun menjadi Rp 114 miliar pada kuartal IV-2023. Penurunan tersebut menjadikan total rugi EBITDA disesuaikan segmen ini anjlok dari Rp 1,06 triliun menjadi Rp 477 miliar pada 2023.
Berdasarkan data keuangan GOTO hingga akhir 2023, kas, setara kas, dan deposito jangka pendek perseroan mencapai Rp 27,4 triliun atau setara dengan US$ 1,8 miliar. Sedangkan posisi kas dan setara kas perseroan usai dekonsolidasi Tokopedia menjadi Rp 23 triliun atau setara dengan US$ 1,5 miliar.
Sedangkan pendapatan bersih perseroan tahun lalu meningkat dari Rp 11,34 triliun menjadi Rp 14,78 triliun. Kenaikan tersebut berdampak terhadap penurunan drastis rugi bersih perseroan.
Baca Juga
Perseroan juga berhasil menekan biaya dan beban secara drastis dari Rp 41,67 triliun menjadi Rp 25,06 triliun. Hal ini menjadikan rugi usaha perseroan anjlok dari Rp 30,32 triliun menjadi Rp 10,27 triliun.
Namun demikian, perseroan mencatatkan lonjakan rugi sebelum pajak penghasilan dari Rp 40,54 triliun menjadi Rp 90,63 triliun pada 2023. Hal ini dipicu atas lonjakan kerugian penurunan nilai goodwill perseroan dari Rp 11 triliun tahun 2022 menjadi Rp 78,76 triliun tahun 2023.
Iktisar Kinerja Keuangan GOTO

