Inovasi Teknologi, Jurus Bahana Sekuritas Pacu Kontribusi Investor Ritel 35%
JAKARTA, investortrust.id – PT Bahana Sekuritas berupaya memacu kontribusi investor ritel sebesar 35% terhadap pendapatan (revenue) Perusahaan tahun 2026. Sementara kontribusi investor institusi terhadap total pemasukan sekuritas akan menjadi 65% dalam tiga tahun mendatang.
Direktur Capital Market Bahana Sekuritas Yolanda V Sondak mengatakan, tahun 2023 kontribusi investor ritel masih di angka 20%, selebihnya kontribusi investor institusi.
Untuk menggenjot kontribusi investor ritel, anggota holding Indonesia Financial Group (IFG) itu memperkenalkan kembali inovasi teknologi terbaru Bahana DXtrade.
‘’Platform investasi multi aset ini menawarkan akses investasi terhadap ragam produk pasar modal dalam satu aplikasi,’’ kata Yolanda V Sondak di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (13/11/2023).
Baca Juga
DBS Treasures dan Bahana TCW Hadirkan Produk KPD, Begini Keunggulannya
Inovasi teknologi terbaru aplikasi Bahana DXtrade tersebut diklaim meningkatkan kenyamanan investor dalam mengelola portofolio investasi, terutama dengan menyajikan informasi dan edukasi produk berbasis profil risiko bagi setiap calon investor.
“Wajah baru Bahana DXtrade adalah bentuk komitmen perusahaan dalam melakukan inovasi berkelanjutan, serta meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal. Sekaligus memperluas akses kepada produk pasar modal dan meningkatkan kenyamanan bertransaksi bagi calon investor dan investor,” ujar imbuh Direktur Utama Bahana Sekuritas Edward Lubis, pada kesempatan yang sama.
Dengan tampilan dan pengembangan fitur baru, Bahana DXtrade kini berevolusi menjadi aplikasi yang memiliki platform investasi multi aset. Mereka menawarkan akses kepada produk pasar modal yang beragam, mulai dari transaksi saham, reksa dana, bahkan obligasi atau Surat Berharga Negara (SBN) ritel.
Yolanda menambahkan, Bahana Sekuritas berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pertumbuhan pasar modal di Indonesia. Tampilan baru aplikasi Bahana DXtrade tersebut diharapkan dapat mengajak masyarakat multi-segment untuk lebih aktif berinvestasi.
Baca Juga
“Kami sangat optimis melihat perkembangan industri pasar modal dan masyarakat yang semakin tertarik untuk berinvestasi, khususnya investor ritel,” ujar dia.
Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat, jumlah investor pasar modal saat ini adalah sekitar 11,42 juta, dengan 11,38 juta di antaranya merupakan investor ritel. Sisanya, sekitar 20.228 adalah investor korporasi, 9.156 investor reksa dana, 1.685 investor dana pensiun.
Kemudian, 1.513 di antaranya merupakan investor lembaga keuangan, 992 investor yayasan, 560 investor asuransi, dan 487 investor perusahaan efek.
Head of Information, Communication, and Technology Bahana Sekuritas Darwis Fadhli pun menyinggung fitur-fitur unggulan di Bahana DXtrade. Salah satu yang menjadi andalan adalah Invest Hub. Fitur ini memberikan investor akses ke komunitas dan tim investment specialist Bahana Sekuritas.
“Investor juga bisa menemukan berbagai macam informasi yang dibutuhkan dalam menganalisis emiten, seperti chart yang terintegrasi dengan tradingview. Kemudian, rekomendasi teknikal harian emiten, kalender jadwal aksi korporasi dan akses langsung ke laporan keuangan seluruh emiten di pasar modal,” papar dia.
Darwis menambahkan, Bahana DXtrade juga menyediakan fitur automatic order dan simple order. Fitur tersebut akan mempermudah investor dalam bertransaksi di pasar modal. Terdapat pula fitur news hub yang memberikan akses langsung investor pada berita pasar terkini.
Keseluruhan fitur Bahana DXtrade tersebut tersedia dalam multi-platform, yaitu smartphone, web-based, dan tablet.
“DXtrade ini merupakan hasil dari inovasi dan pengembangan kami yang berorientasi pada kebutuhan dan kenyamanan para investor. Kami berharap dengan adanya aplikasi ini, kami dapat memberikan layanan yang lebih baik dan lebih menjawab kebutuhan para investor di era digital ini,” pungkasnya. (CR-10)

