IHSG Diprediksi Koreksi Terbatas, Berikut 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas
JAKARTA, investortrust.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia, Kamis (16/11/2023) diprediksi akan koreksi terbatas, setelah rally berturut-turut.
“Setelah 3 hari berturut-turut IHSG rally, hari ini ada potensi IHSG koreksi terbatas. Level support IHSG berada di 6.880-6.930 dan level resistance IHSG berada di 7.000-7.050,” terang Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman secara tertulis, Kamis (16/11/2023).
Kemarin, Rabu (15/11/2023), IHSG ditutup naik 1,4% kemarin disertai dengan net buy asing Rp 530 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBCA, AMMN, BBRI, BMRI, dan ADRO.
Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average kemarin ditutup menguat sebesar 0,47%, begitu juga dengan S&P 500 yang naik sebesar 0,16%, sementara indeks Nasdaq turut menguat sebesar 0,07%.
Baca Juga
Penguatan didukung oleh data inflasi yang menggembirakan. PPI (producer price inflation) turun 0,5% (MoM) pada Oktober 2023 yang merupakan penurunan terbesar sejak April 2020, lebih rendah dari perkiraan. Saham target naik 18% didorong oleh kinerja yang melebihi ekspektasi pada kuartal ketiga.
Untuk Bursa Asia Pasifik mengalami penguatan yang signifikan. Kemarin seluruh bursa di kawasan regional Asia Pasifik mencatat kenaikan setelah bursa AS mencatat penguatan yang signifikan pada malam sebelumnya. Hang Seng menguat tajam sebesar 3,92%.
Indonesia membukukan surplus neraca perdagangan sebesar US$ 3,48 miliar per Oktober 2023, di atas perkiraan. Jepang melaporkan kontraksi pertumbuhan ekonomi sebesar -2,1% (yoy) pada kuartal 2023, lebih rendah dibandingkan ekspektasi. China melaporkan retail sales sebesar 7,6% (yoy) dan industrial production 4,6% (yoy) pada Oktober 2023, keduanya di atas ekspektasi.
Baca Juga
Wall Street Menguat Didorong Membaiknya Data Inflasi AS, Dow Terus Melaju
Berikut saham pilihan BNI Sekuritas untuk Kamis (16/11/2023):
1. MIDI: Speculative Buy
Support di Rp 460, cut loss jika break di bawah Rp 450. Jika tidak break di bawah Rp 450, potensi naik ke Rp 480-492 short term.
2. MNCN: Buy on Weakness
Support di Rp 380, cut loss jika break di bawah Rp 378. Jika tidak break di bawah Rp 380, potensi naik ke Rp 400-410 short term.
3. CPIN: Buy on Weakness
Support di 5400, cut loss jika break di bawah Rp 5.300. Jika tidak break di bawah Rp 5.300, potensi naik ke Rp 5.550-5.675 short term.
4. ACES: Buy on Weakness
Support di Rp 825, cut loss jika break di bawah Rp 815. Jika tidak break di bawah Rp 815, potensi naik ke Rp 860-875 short term.
5. PGEO: Speculative Buy
Support di 1240, cut loss jika break di bawah Rp 1.220. Jika tidak break di bawah Rp 1.220, potensi naik ke Rp 1.300-1.330 short term.
6. AKRA: Speculative Buy
Support di Rp 1.460, cut loss jika break di bawah Rp 1.435. Jika tidak break di bawah Rp 1.435, potensi naik ke Rp 1.490-1.510 short term.
Baca Juga
Saham Hari Ini, Mandiri Sekuritas Jagokan BBCA, BUAH, dan AMMN

