Fundamental Tak Berubah, Penurunan Saham Telkom (TLKM) Kesempatan ‘Buy’
JAKARTA, investortrust.id – Pelemahan pertumbuhan kinerja keuangan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sepanjang 2023 tidak mengurangi fundamentalnya. Kondisi berbeda diperkirakan terjadi tahun ini dengan pertumbuhan kinerja keuangan lebih kuat didukung sejumlah strategi dan berlanjutnya penghematan biaya.
Sedangkan penurunan harga saham TLKM dalam beberapa hari terakhir dinilai menjadi kesempatan yang baik untuk mulai mengoleksinya dengan target harga menuju Rp 4.200 dalam 12 bulan mendatang.
Baca Juga
Saham Telkom (TLKM) Anjlok hingga Diobral Investor Asing Rp 1,75 Triliun, Ada Apa?
Demikian pandangan tim riset Sinarmas Sekuritas terhadap realisasi pendapatan dan laba bersih Telkom (TLKM) tahun 2023 yang berada di bawah ekspektasi. Pandangan tersebut dirangkum dalam riset yang diterbitkan analis Sinarmas Sekuritas Inav Haria Chandra, Selasa (2/4/2024).
Meski realisasi kinerja keuangan Telkom tahun 2023 di bawah ekspektasi, Inav Haria mengatakan, masih ada tiga hal positif yang dicatatkan TLKM tahun lalu. Pertama, pendapatan data seluler meningkat pesat sebanyak 8% pada kuartal IV-2023, dibandingkan periode sama tahun lalu. Angka tersebut lebih tinggi dari raihan pertumbuhan kuartal III-2023 sebesar 4%.
“Pertumbuhan tersebut bisa dipandang sebagai momentum positif yang menggembirakan dan mendukung strategi perusahaan dalam memperluas pangsa pasar,” tulisnya dalam riset tersebut.
Baca Juga
Trafik Naik 10%, Telkom (TLKM) Tambah Kapasitas BTS Jelang Lebaran 2024
Kedua, dia mengatakan, Telkom melaporkan kemajuan pesat usai integrasi IndiHome dengan Telkomsel yang ditunjukkan peningkatan penetrasi cross sell dari 37,4% menjadi 44%. Ketiga, TLKM melaporkan penurunan belanja marketing mencapai 10% tahun lalu sebagai dampak sinergi setelah pembentukan FMC.
Terkait prospek kinerja tahun 2024, Sinarmas Sekuritas menyebutkan, pendapatan diprediksi bertumbuh pertengahan satu digit dengan margin EBITDA diperkirakan meningkat ke kisaran 50-52%.
Dia mengatakan, pertumbuhan kinerja tersebut diprediksi berlanjut setelah TLKM menyempurnakan strategi untuk mempertahankan pertumbuhan, posisi pasar, dan profitabilitas. Di antaranya, penerapan inisiatif seperti Telkomsel Lite dan ByU untuk membidik segmen pasar tertentu.
Telkom (TLKM) akan melanjutkan penawaran produk dengan harga yang sama seperti sebelumnya, namun dengan nilai tambah, seperti kuota lokal yang lebih banyak guna mendorong perilaku pasar yang sehat dan menarik basis pelanggan yang lebih besar.
Baca Juga
Telkom (TLKM) Sebut Data Center Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kinerja
Strategi ini dirancang untuk menembus berbagai lapisan segmen pasar, seperti rumah tangga, dengan tujuan untuk meningkatkan peluang cross-selling dan up-selling. Begitu juga dengan transformasi FMC diharapkan ada nilai sinergi sebanyak Rp 1,5 triliun dari pendapatan dan penghematan biaya.
Berbagai faktor tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham TLKM dengan target harga Rp 4.200 untuk 12 bulan mendatang. Sedangkan target harga tiga bulan ke depan Rp 4.000.
Target harga ini mengimplikasikan pelemahan pertumbuhan kinerja keuangan tahun 2023 tidak mengindikasikan penurunan fundamental perseroan. “Kami menilai bahwa aksi jual saham TLKM dalam beberapa hari terakhi menjadi kesempatan baik untuk mulai membelinya,” terangnya.
Estimasi Kinerja Keuangan TLKM

