VIVA Meraih Pendapatan Iklan Rp 1,7 Triliun
JAKARTA, investortrust.id -- PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) berhasil meraih pendapatan iklan sebesar Rp 1,7 triliun pada 2022. Pertumbuhan pendapatan tersebut relatif lebih baik dibandingkan pertumbuhan industri yang turun sebesar 9,9%. Salah satu kunci suksesnya, perseroan mengedepankan strategi efisiensi dalam pola programming, dengan melakukan akuisisi program berbiaya relatif rendah.
Menurut Managing Director VIVA Arief Yahya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan di Gedung The Convergence Indonesia, Kawasan Rasuna Epicentrum, Jakarta, Kamis (20/7/2023), terjadi sedikit penurunan iklan sepanjang 2022 (6,27%). Hal antara lain dipicu adanya ketidakpastian penerapan tahapan ASO (Analog Switch Off) yang membuat para pengiklan cenderung bersikap wait and see.
Arief Yahya menegaskan, pertumbuhan pendapatan perseroan lebih baik dari pertumbuhan industri karena dari sisi operasional, Viva mengedepankan strategi efisiensi dalam programnya, dengan melakukan akuisisi program berbiaya relatif rendah. Program dan siaran dapat ditekan hingga 38%, dari Rp 753 miliar di tahun 2021 menjadi Rp 724,4 miliar tahun lalu.
Arief Yahya menegaskan bahwa VIVA memiliki branding yang kuat di masyarakat. ANTV merupakan kanal tv hiburan paling banyak ditonton di luar Jabodetabek. Adapun TVOne menjadi kanal siaran berita paling diminati pemirsa di negeri ini.
Sejalan dengan tantangan disrupsi digital dan menjamurnya layanan over-the-top (OTT), kata Yahya, VIVA berkomitmen memutakhirkan infrastruktur penyiaran digital dan memperkuat daya pancar siaran.
Sedangkan Presiden Direktur VIVA, Anindya Novyan Bakrie mengatakan, portal berita VIVA.co.id meraih rata-rata 64 juta pageviews per bulan pada semester I-2023. Ini menempatkan VIVA dalam jajaran Top 20 Digital Publisher di Tanah Air. Keberhasilan ini diraih berkat strategi perseroan yang mengembangkan bisnis berbasis kemitraan dengan 21 subdomain partner di berbagai daerah.
Selain itu, YouTube viva.co.id dengan rata-rata 37 juta views per bulan juga dinobatkan sebagai Top 10 Video Views Digital Publisher di Indonesia. “Sedangkan di media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan Tiktok, viva.co.id mendapatkan rata-rata impression sebesar 54,2 juta per bulan," kata Anindya.
Menurut Anindya, selama 2022, tvonenews.com mencapai lonjakan pageviews yang fantastis hingga 840% atau rata-rata 31,2 juta pageviews per bulan.
Hal itu bisa terjadi karena produksi artikel melonjak, berkat kolaborasi dengan beberapa mitra. Saat ini, portal digital tvOne telah membangun 8 kanal daerah di Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Pulau Sumatra, dan Sulawesi.
Konten digital tvonenews.com juga sukses merangkut generasi milenial dan Gen Z karena optimalisasi media sosial seperti Instagram, Twitter, Tiktok. Saat ini, portal ternama ini memperoleh 12,4 juta followers.
Konvergensi
Sementara itu, CEO TVOne Taufan Eko Nugroho Rotorasiko menegaskan, disrupsi digital telah menuntut pelaku usaha media, termasuk TV free-to-air (FTA), untuk berkonvergensi agar tetap relevan di era digital. “Secara khusus, TV FTA harus memanfaatkan momentum analog switch off (ASO). Termasuk teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan,” tegasnya.
Keuntungan konvergensi, kata Taufan, adalah membuka ruang bagi TV FTA untuk menciptakan nilai tambah layanannya, agar tetap memiliki daya saing dalam ekosistem media di tengah menjamurnya layanan Over-The-Top (OTT). “Industri penyiaran juga harus beradaptasi dengan teknologi informasi dan komunikasi terkini,” tuturnya.
Taufan melanjutkan, dari sisi bisnis penyiaran, perseroan telah mengambil langkah-langkah antisipatif migrasi penyiaran analog ke digital untuk menjaga tingkat kepemirsaan ANTV dan tvOne.
Di antaranya adalah melalui berbagai kampanye dan sosialisasi migrasi siaran TV digital sekaligus memberikan asistensi teknik kepada pemirsa, memutakhirkan infrastruktur penyiaran digital dan memperkuat daya pancar siaran. Selain itu, perseroan menyajikan konten berkualitas dan beragam dengan fokus consumer centric, dan terus berinvestasi dari segi konten maupun platform digital meraih konsumen digital native (generasi milenial dan Gen Z).
“Memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence, TVOne telah menghadirkan terobosan dalam dunia pertelevisian Indonesia,” ujar Taufan.
Sejak 21 April 2023, TVOne mempunyai lebih dari tiga presenter AI seperti Nadira, Sasha, Bhoomi. Sistem AI dapat membaca dan memproses informasi secara cepat dan akurat, serta simbol menuju perubahan yang selalu menuntut adaptasi.
“Kami akan terus beradaptasi dengan teknologi terkini. TVOne merupakan TV mainstream pertama di Indonesia, di Asean yang meluncurkan berita-berita dengan support AI dan di dunia ini saingan kita hanya India. Jadi kita dua negara yang sedang bersinergi bersama yang mencoba menggunakan teknologi ini,” kata Taufan.

