Rencana BTN Akuisisi Bank Syariah Ditargetkan Tuntas Sebelum Ganti Pemerintahan
JAKARTA, investortrust.id – Target PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mengakuisisi bank syariah dalam mulai menemukan titik terang. Nantinya, bank hasil akuisisi ini digabungkan (merger) dengan Unit Usaha Syariah (UUS) BTN setelah pemisahan dari induk (spin off) dirampungkan.
Kelanjutkan akuisisi tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama Bank BTN Nixon L.P. Napitupulu saat analyst meeting kinerja kuartal III-2023 di Jakarta, Senin (27/11). Di forum terbatas untuk kalangan analis itu, orang nomor satu BTN ini memaparkan dengan gambling, meski tidak menyebutkan nama bank syariah yang menjadi incarannya.
Baca Juga
Bank BTN (BBTN) Cetak Laba Bersih Rp 2,31 Triliun di Kuartal III-2023
“Meskipun belum bersedia menyebutkan nama bank syariah yang menjadi target akuisisi, manajemen BBTN mengisyaratkan akusisi bank syariah yang memiliki produk Wadiah lebih dari 20%. Pembicaraan akuisisi telah mendapatkan respons baik positif dari pemegang saham,” tulis Trimegah Sekuritas dalam riset harian, Selasa (28/11/2023).
Manajemen BTN dalam analyst meeting tersebut, ungkap Trimegah, mengakui rencana akuisisi selaras dengan kabar yang beredar selama ini bahwa unit usaha syariah BTN akan mengakuisisi bank syariah. “Manajemen menyebutkan bahwa pengumuman akuisisi akan dilaksanakan tahun 2024,” tulisnya.
Terkait realisasi kinerja keuangan BBTN hingga September 2023, Trimegah Sekuritas menilai sudah sesuai dengan targetnya dan consensus analis. “Realisasi laba bersih tersebut setara dengan 75,4% dari target kami dan merefleksikan 72% dari target consensus analis,” tulisnya.
Baca Juga
Laba Diproyeksi Capai Target, Analis Sematkan Rating Beli Saham BBTN
Trimegah Sekuritas menambahkan bahwa BTN berhasil mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan yang lebih pesat pada kuartal III-2023. Bahkan, kenaikan laba bersih kuartal III-2023 lebih tinggi, dibandingkan estimasi semula. Kenaikan tersebut didukung penurunan impairment.
Hal ini mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.600 per saham.
Persaingan Sehat
Wacana penggabungan BTN Syariah dengan Bank Muamalat direspon positif berbagai pihak. Terbaru Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menilai Indonesia setidaknya membutuhkan dua bank syariah besar untuk menciptakan persaingan yang sehat di industri tersebut.
“Sekarang tidak sehat, dalam satu pasar syariah sekarang ada satu bank gede banget dan yang lain kecil-kecil itu gak sehat. Perlu ada persaingan sehat dan bantu persaingan bank syariah dengan [bank] konvensional di playing field yang sama. Sekarang kecil-kecil itu ga akan nendang,” jelas Dian di Jakarta, Selasa (14/11).
Baca Juga
Kabar BTN Syariah Gabung Bank Muamalat, Begini Dampaknya bagi Industri
Dian melanjutkan saat ini memang ada instrumen pemaksaan berupa Undang-Undang yang dapat mempercepat proses merger atau konsolidasi di sektor perbankan syariah. Namun, menurut Dian, OJK tetap akan memberikan ruang bagi bank untuk saling melakukan pendekatan dengan bank lain untuk konsolidasi.
“Jika rumors itu (akuisisi muamalat oleh BTN) benar, akan sangat baik dampaknya. Bukan hanya bagi kedua bank tersebut, juga untuk industri perbankan syariah. Bagaimanapun, konsolidasi dapat meningkatkan daya saing bank sehingga menjadi lebih kompetitif,” kata Piter Abdullah Redjalam, Direktur Eksekutif Segara Research Institut.
Baca Juga
BTN, menurut Piter, juga melakukan langkah cerdik dan strategis jika berhasil mengakuisisi Bank Muamalat dan kemudian menggabungkannya dengan UUS sebagai bagian dari agenda spin off. Salah satu alasannya, kedua bank ini memiliki bisnis model yang berbeda sehingga akan saling melengkapi.
“Setelah melalui masa masa sulit, Bank Muamalat kini sudah mulai bangkit dan membalikkan kinerja. Nah, untuk melanjutkan ekspansi dan menggenjot pertumbuhan, Bank Muamalat tentu membutuhkan suntikan modal. Dengan konteks seperti ini, kehadiran investor baru menjadi sangat penting,” terang Piter.

