SLJ Global (SULI) Diincar Sejumlah Perusahaan, Sahamnya Disebut Dikerek Naik
JAKARTA, investortrust.id – Sejumlah perusahaan disebut tengah melirik untuk mengakuisisi saham PT SLJ Global Tbk (SULI), seiring dengan posisinya sebagai perusahaan HPH terbesar di Indonesia. Kepemilikan areal luas tersebut menjadikan saham emiten ini menjadi menarik di tengah gencarnya bursa karbon.
Berdasarkan laporan keuangan tahun 2022, perseroan dan anak perusahaannya mengelola tiga areal hutan alam seluas 624.725 hektare, termasuk IUPHHK-HA atas nama anak perusahaan PT Essam Timber.
Baca Juga
“SULI merupakan emiten HPH terbesar di Indonesia. Mana ada lagi perusahaan dengan luas areal HPH sebsar itu sekarang. Hal ini mendorong beberapa perusahaan besar yang fokus perdagangan karbon tertarik untuk menguasai saham SULI,” terang sumber belum lama ini.
Posisi tersebut menjadikan saham SULI menjadi incaran yang berpotensi mengerek harga saham ini menuju level Rp 300 dalam waktu dekat.
Selain faktor HPH paling luas, sumber tersebut mengatakan, dikantonginya restu pemegang saham untuk mengoversi utang menjadi saham atau penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement bakal menjadi sentiment positif terhadap pergerakan harga sahamnya.
Baca Juga
Perseroan berencana menerbitkan sebanyak 407,69 juta saham baru atau setara dengan 10% dari total saham perseroan. Sedangkan harga pelaksanaan akan ditetapkan kemudian sesuai dengan mekanisme penepatan harga yang telah diatur. Aksi korporasi tersebut bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan dan keuangan perseroan, menambah jumlah saham beredar, dan diversifikasi sumber pendanaan dari pasar modal.
Berdasarkan data, perseroan mencatatkan total utang senilai US$ 42,32 juta hingga Juni 2023, yaitu terdiri atas utang jangka pendek US$ 40,48 juta dan utang jangka panjang senilai US$ 1,83 juta. Sedangkan Amir Sunarko tercatat sebagai pengendali saham SULI dengan kepemilikan 16,50%, Carriode Ltd mencapai 14,10%, PT SAS Global Jaya 8,24%, Mataram Limited Pte Ltd sebanyak 13,54%, PT Putra Buana Indonesia Wood Industry 5,27%, dan investor public sebanyak 42,33%.

