Konversi Utang, SLJ Global (SULI) Siapkan Private Placement Saham
JAKARTA, Investortrust.id – PT SLJ Global Tbk (SULI) berencana menggelar penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Aksi ini bertujuan dalam rangka restrukturisasi utang dan penambahan modal.
Dirut SLJ Global Amir Sunarko mengatakan, aksi korporasi tersebut akan direalisasikan setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 30 November 2023.
Baca Juga
Pemodal Asing Net Sell Rp 347 Miliar, Saham BBCA Kembali Dilepas
Dia mengatakan, perseroan berencana menerbitkan sebanyak 407,69 juta saham baru atau setara dengan 10% dari total saham perseroan. Sedangkan harga pelaksanaan akan ditetapkan kemudian sesuai dengan mekanisme penepatan harga yang telah diatur.
“Aksi korporasi tersebut bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan dan keuangan perseroan, menambah jumlah saham beredar, dan diversifikasi sumber pendanaan dari pasar modal,” terangnya dalam penjelasan resminya.
Terkait investor yang membeli seluruh saham baru yang diterbitkan, dia mengatakan, penjajakan masih dilakukan kepada beberapa calon pemodal. Perseroan berharap saham baru tersebut diserap pemodal baru yang juga diharapkan membawa dampak positif terhadap kinerja di masa mendatang.
Baca Juga
Berdasarkan data, perseroan mencatatkan total utang senilai US$ 42,32 juta hingga Juni 2023, yaitu terdiri atas utang jangka pendek US$ 40,48 juta dan utang jangka panjang senilai US$ 1,83 juta.
Hingga kini, bertindak sebagai pemegang saham SULI terdiri atas Amir Sunarko sebanyak 16,50%, Carriode Ltd mencapai 14,10%, PT SAS Global Jaya 8,24%, Mataram Limited Pte Ltd sebanyak 13,54%, PT Putra Buana Indonesia Wood Industry 5,27%, dan investor public sebanyak 42,33%.

