WSBP Pasok PC-I Girder untuk Proyek Bendungan Mbay di NTT
JAKARTA, investortrust.id - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) memasok PC-I Girder untuk pembangunan Bendungan Mbay Paket I yang berlokasi di Kabupaten Ngagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bendungan ini memiliki luas genangan 499,55 ha yang bersumber dari Sungai Aesesa dengan kapasitas tampung sebesar 51,74 juta m3 .
Vice President of Corporate Secretary, Fandy Dewanto, menjelaskan, suplai produk PC-I Girder tersebut merupakan bentuk komitmen WSBP dalam mendukung program pemerintah pada program ketahanan pangan dan ketersediaan air di NTT.
“Kami meraih kontrak sebesar Rp 12,49 miliar dari Waskita - Bumi Indah KSO sebagai pemilik proyek,” tambahnya dikutip dari keterangan resmi, Rabu (07/02/2024).
Baca Juga
Pada proyek ini, WSBP menyuplai precast PC-I Girder dengan panjang 40,8 m sebanyak 25 bentang yang dikirimkan dari Precast Plant WSBP Prambon di Sidoarjo.
Dikatakan Fandy, dengan lokasi yang strategis ini, Precast Plant WSBP Prambon mampu menyuplai produk berbagai produk precast dengan tepat waktu dan mutu produk yang terjaga ke wilayah Indonesia.
Proses produksi akan dilakukan pada akhir Februari 2024 dan ditargetkan selesai pada akhir Maret 2024. “Saat ini kami tengah mempersiapkan untuk memulai proses produksinya,” kata Fandy.
Nantinya produk ini akan dikirimkan secara bertahap ke lokasi proyek. “Kami targetkan WSBP menyelesaikan suplai produk ini pada akhir April 2024,” ujarnya.
Baca Juga
Proyek Jalan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN Dikebut, WSBP Kebagian Pasok Readymix
WSBP optimistis dapat memenuhi kebutuhan suplai untuk proyek tersebut dan dapat diselesaikan sesuai dengan target. “Nantinya dengan adanya Bendungan Mbay ini, diharapkan dapat dioptimalkan fungsinya untuk menyuplai air irigasi pada lahan pertanian khususnya di Kabupaten Ngagekeo,”tambahnya.
Diketahui, pembangunan Bendungan Mbay menambah jumlah tampungan air berupa bendungan yang dibangun Kementerian PUPR RI di Provinsi NTT.
Ketersediaan air adalah faktor penting di wilayah seperti NTT dengan curah hujan lebih rendah. Sehingga pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya.
“Harapannya WSBP dapat terus berkontribusi untuk pembangunan infrastruktur di banyak wilayah di Indonesia, apalagi di wilayah yang masih belum terekspos infrastruktur yang memadai,’’ pungkas Fandy.

