Direktur Ini Tambah Saham Nusantara Sawit (NSSS), Pertanda Apa?
JAKARTA, Investortrust.id – Direktur PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) Kurniadi Patriawan membeli sebanyak 5,63 juta saham. Pembelian tersebut menjadikan total sahamnya bertambah menjadi 12,29 juta unit.
Kurniadi Patriawan melalui penjelasan resminya di Jakarta, Senin (25/9/2023), menyebutkan bahwa dirinya membeli sebanyak 5.263.200 saham NSSS dengan harga pelaksanaan Rp 190 pada 22 September 2023.
Dirinya menggelontorkan dana senilai Rp 1 miliar untuk menambah saham tersebut. “Pembelian tersebut bertujuan sebagai investasi,” tulisnya dalam penjelasan resminya di Jakarta, Senin (25/9/2023).
Baca Juga
Sebelumnya, UOB Kay Hian Sekuritas dalam risetnya menyebutkan bahwa Oil World memperkirakan harga minyak sawit (CPO) global akan menguat dalam waktu dekat. Hal ini dipicu penurunan suplai dunia. Sedangkan harga saat ini dinilai sudah tak merefleksikan kondisi mendatang.
Potensi penguatan harga CPO juga didasarkan pernyataan Executive Director Oil World Thomas Mielke dalam salah satu seminar di Malaysia yang menyebutkan bahwa harga minyak nabati dunia saat ini belum mencerminkan kondisi. Pertama, saat ini harga minyak nabati dunia belum mencerminkan prediksi produksi global dengan ekspektasi defisit tahun 2024.
Kedua, penguatan harga minyak sawit diperkirakan menjadi yang tertinggi dalam beberapa bulan mendatang, karena rentang perbedaan harga CPO dengan minyak nabati lainnya terlalu jauh.
Baca Juga
IHSG Sesi I Terkoreksi Tipis, Saham POLU, GZCO, dan GPSO Justru Melesat
“Harga minyak nabati seharusnya sudah mulai terapresiasi melihat potensi penurunan suplai global tahun depan. Beberapa data menunjukkan penurunan tersebut, seperti produksi CPO Indonesia turun hingga 4 juta ton sampai Agustus, dibandingkan tahun lalu. Begitu juga dengan produksi minyak nabati lainnya di global cenderung melemah,” tulis riset UOB Kay Hian Sekuritas yang diterbitkan analsi Jacquelyn Yow dan Leow Huey Chuen.
Berbagai faktor tersebut mendorong UOB Kay Hian Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi overweight saham emiten sektor CPO. Rekomendasi tersebut mempertimbangkan rata-rata harga jual CPO akan berada dalam rentang RM 3.800-4.200 per ton. Rekomendasi tersebut juga menggambarkan ketidakpastian cuaca ikut memicu kenaikan harga minyak nabati global.

