BRI (BBRI) Kebagian Salurkan KUR Rp 165 Triliun, Segmen Ini Target Terbesar
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sunarso mengatakan pemerintah mengalokasikan penyaluran KUR tahun 2024 senilai Rp 165 triliun melalui PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Hal ini sesuai dengan Surat Kemenko Perekonomian PK.KUR/252/D.I.M.EKON/12/2023 tanggal 29 Desember 2023.
“Untuk 2024, kami sudah mendapatkan target menyalurkan KUR Rp 165 triliun,” ujarnya, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu (20/3/2024).
Baca Juga
Jadi Merek Bank Paling Berharga, Brand Finance Taksir Nilai Merek BRI Capai US$5,3 Miliar
Alokasi penyaluran KUR melalui BRI tahun ini lebih besar, dibandingkan tahun 2023 dengan plafon Rp 163,3 triliun. KUR yang akan disalurkan BRI tahun ini juga lebih besar, dibanding tahun 2019 dan 2020 masing-masing Rp 87,9 triliun dan Rp 138,5 triliun.
Sunarso melanjutkan, KUR tersebut akan disalurkan ke beberapa segmen, yakni KUR super mikro dengan besaran Rp 2 triliun, KUR mikro sebesar Rp 148 triliun, serta KUR kecil yakni Rp 15 triliun. Sementara, target debitur yang akan menerima KUR BRI tahun ini mencapai 1,02 juta debitur baru dan sebanyak 1,26 juta debitur graduasi atau yang sudah naik kelas.
Baca Juga
Perkuat Segmen Mikro, BRI Punya Senjata BRImo dan Agen BRILink
Di lain sisi, ia mengungkapkan, jika melihat kronologis penyaluran KUR 2023 oleh BRI terjadi keterlambatan akibat permasalahan penetapan dan ketentuannya pada bulan September 2023 setelah terbit Keputusan Menteri Keuangan RI terkait besaran subsidi bunga KUR 2023.
“Sehingga direvisi target BRI dari semula Rp 270 triliun, kalau tidak salah, menjadi Rp 194 triliun. Dan karena tinggal sisa tiga bulan, BRI bisa merealisasikan Rp 163,3 triliun dari target Rp 194 triliun,” kata Sunarso. (CR-13)

