Saham Bank Masih Terkoreksi, Analis Tak Turunkan Target Harga
JAKARTA, investortrust.id – Sejumlah saham perbankan masih bergerak di zona merah pada perdagangan Selasa (2/4/2024). Secara keseluruhan, sektor keuangan dalam IDX Finance turun 0,18% atau 2,65 poin ke level 1.485,34, menjadi satu-satunya yang terkoreksi di saat indeks lain tumbuh. Namun, analis tidak menurunkan target harga sejumlah saham bank papan atas.
Sampai penutupan perdagangan hari ini, saham BBNI dan BBRI masih melanjutkan koreksi dari hari sebelumnya menjadi 4,22% dan 3,1% ke level Rp 5.475 dan Rp 5.675. Sedangkan saham BMRI stagnan pada harga Rp 6.900 dan BBCA naik tipis 0,51% menjadi Rp 9.900.
Head of Investment Information Mirae Asset, Martha Christina menjelaskan, tergerusnya harga saham perbankan masih disebabkan aksi jual (net sell) oleh investor asing. Hal ini seiring dengan pelemahan nilai tukar rupiah. Dalam perdagangan sore ini, rupiah ditutup melemah 2 poin menjadi Rp 15.897 per dolar.
“Dari analis kami belum ada perubahan (target) harga karena masih menunggu keputusan kapan BI rate akan turun,” ujar Martha kepada investortrust.id.
Dengan begitu dalam analisis fundamentalnya, Mirae Asset Sekuritas Indonesia masih memproyeksikan saham BBRI berpotensi naik ke level Rp 6.600 sampai akhir 2024. Sedangkan untuk periode yang sama, saham BMRI, BBCA, dan BBNI disebut berpotensi naik masing-masing ke level Rp 6.900, Rp 10.700, dan Rp 6.200.
Di sisi lain, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta menyebutkan, penurunan harga saham bank dipengaruhi lemahnya kabar dovish The Fed yang membuat Rupiah terdepresiasi.
Baca Juga
Saham Bank Jumbo Dilepas Asing, Bos Bank Mandiri: Kesempatan 'Time to Buy'
Dari sentimen dalam negeri lainnya, secara makro Nafan menjelaskan bahwa kenaikan inflasi periode Maret 2024 begitu tinggi, salah satunya akibat momen Ramadan yang diiringi kenaikan sejumlah bahan pangan. Kenaikan inflasi disebut-sebut mencapai di atas ekspektasi, alias mendekati kisaran yg ditetapkan Bank Indonesia (BI).
Berdasarkan analisis teknikal, Nafan memprediksi harga saham BBCA akan naik bertahap ke level Rp 10.200, kemudian Rp 10.450 dengan support Rp 9.775. Selanjutnya, investor disarankan menambah kepemilikan saham BBRI untuk investasi jangka panjang (re-accumulating) dengan target harga Rp 6.350-6.675.
Sedangkan BMRI diperkirakan bisa mencapai harga Rp 7.225-7.850 pada akhir tahun ini. Investor direkomendasikan menambah kepemilikan saham BMRI untuk investasi jangka panjang.
Baca Juga
Saham Perbankan Terkoreksi? Tenang, Bukan Karena Buruknya Kinerja

