Chandra Asri (TPIA) Lanjutkan Rugi Bersih hingga Utang Membengkak
JAKARTA, investortrust.id – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) atau sebelumnya dikenal Chandra Asri Petrochemical kembali menorehkan penurunan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$ 33,57 juta. Rugi tersebut turun dari realisasi tahun 2022 senilai US$ 149,53 juta.
Manajemen TPIA melalui rilis laporan kinerja keuangan di Jakarta, kemarin, menyebutkan bahwa rugi tersebut sejalan dengan pelemahan pendapatan dari US$ 2,38 miliar menjadi US$ 2,15 miliar. Rugi juga dipicu atas peningkatan beban penjualan dari US$ 61,80 juta menjadi US$ 68,76 juta. Beban keuangan juga melesat dari US$ 80,02 juta menjadi US$ 131,84 juta.
Baca Juga
Tunjuk OCBC, Chandra Asri (TPIA) Bidik Fasilitas Pinjaman US$ 600 Juta
Alhasil perusahaan yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini membukukan rugi sebelum pajak senilai US$ 54,56 juta pada 2023, dibandingkan rugi sebelum pajak tahun 2022 senilai US$ 176,47 juta. Perseroan juga mencatatkan rugi selisih kurs US$ 10,68 juta.
“Penurunan pendapatan perseroan sebanyak 9,4% tahun 2023 dipengaruhi atas gangguan supply-demand eksternal yang menyebabkan penurunan harga jual keseluruhan,” Direktur TPIA Suryadi dalam penjelasan resminya.
Baca Juga
Chandra Asri (TPIA) Akan Terbitkan Obligasi Senilai Rp 1,5 Triliun
Terkait rencana pembangunan Pabrik Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride Chandra Asri (TPIA), dia mengatakan, telah mencapai kemajuan signifikan. Perseroan telah menjalin kesepakatan dengan Inalum untuk pengembangan bersama yang potensial, sambil juga bergerak maju dengan penyedia lisensi terkemuka. Selain itu, ekspansi yang akan mendukung industri hilir aluminium dan percepatan ekosistem kendaraan listrik (EV) domestik ini juga mencakup letter of intent dengan Inalum untuk offtake produk dan investasi ekuitas.
Utang Melesat
Chandra Asri (TPIA) mencatatkan kenaikan total utang bank sebanyak 23,39% menjadi US$ 2,61 miliar pada 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya senilai US$ 2,12 miliar.
“Kenaikan total kewajiban dipengaruhi peningkatan utang bank sehubungan dengan adanya akuisisi anak usaha dan asosiasi perusahaan pada Februar 2023,” tulis Suryadi.
Baca Juga
Chandra Asri (TPIA) Bangun Pabrik Ethylene Dichloride, Siap Kucurkan Capex US$ 400 Juta
Peningaktan utang juga dipicu adanya konsolidasi utang anak usaha perseroan sejak Februari tersebut. Penambahan utang juga ditopang adanya kelanjutan penerbitan obligasi yang masuk dalam program obligasi berkelanjutan IV perseroan.
Chandra Asri merupakan perusahaan solusi kimia dan infrastruktur yang menyediakan produk dan layanan untuk berbagai industri manufaktur di pasar domestik dan internasional. Perseroan mengoperasikan satu0-satunya pabrik naphtha cracker di Indonesia yang memproduksi olefin (Ethylene, Polyolefin Propylene), (Polyethylene, Polypropylene), Pygas, dan MixedC4.

