4 Bank Papan Atas ATH, IHSG BEI Ditutup Melesat 62 Poin
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/2/2024), ditutup melonjak 62,52 poin (0,86%) menjadi 7.297,67. IHSG bergerak dalam rentang 7.233,79-7.306,16 dengan nilai transaksi Rp 10,85 triliun.
Penguatan indeks didukung kenaikan saham sektor keuangan 1,18%, sektor infrastruktur 0,85%, sektor properti 0,61%, sektor teknologi 0,52%, dan sektor sektor energi 0,42%.
Baca Juga
Saham BRI (BBRI) Tembus Rp 6.000, Target Harganya Ternyata masih Tinggi
Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer non primer 0,35%, sektor transportasi 0,38%, sektor konsumer primer 0,33%, dan sektor kesehatan 0,09%.
Di tengah lonjakan IHSG, lima saham berikut torehkan lompatan harga, yaitu saham yang listing perdana hari ini PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaikan Rp 40 (34,78%) menjadi Rp 155.
Penguatan juga melanda saham PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) naik Rp 26 (17,57%) menjadi Rp 174, PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) naik Rp 60 (17,65%) menjadi Rp 400, PT Kino Indonesia Tbk (KINO) melesat Rp 185 (16,59%) menjadi Rp 1.300, dan PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) melesat Rp 64 (16,49%) menjadi Rp 452.
Penguatan indeks juga didukung lompatan harga hingga cetak rekor saham-saham bank papan atas, yaitu saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Baca Juga
Sebaliknya penurunan melanda saham berikut, yaitu saham PT Mitra Pedagang Indonesia tbk (MPIX), PT Golden Flower Tbk (POLU), PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR), PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI), PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA), dan PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD).
Pada perdagangan hari terakhir pekan lalu, IHSG ditutup melemah 12,26 poin (0,17%) menjadi 7.235,15. IHSG bergerakan dalam rentang 7.225,45-7.285,13 dengan nilai transaksi Rp 8,11 triliun. Pemodal asing kembali mencatatkan net buy lebih dari Rp 1 triliun.

