Pertumbuhan Mitratel (MTEL) Diprediksi Lebih Kuat di Sisa Tahun 2023
JAKARTA, investortrust.id - Pelaku pasar optimistis terhadap keberlanjutkan pertumbuhan kinerja keuangan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel di sisa tahun 2023. Pertumbuhan laba diprediksi tetap bertumbuh dua digit sepanjang tahun ini.
Berdasarakan data, MTEL berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan dua digit sebesar 12% menjadi Rp 6,3 triliun hingga September 2023. Begitu juga dengan EBITDA bertumbuh lebih pesat mencapai 15% menjadi Rp 5,1 triliun secara tahunan.
Baca Juga
Ini Proyeksi dan Target Saham Mitratel (MTEL) Setelah Rilis Kinerja Kuartal III
Dengan sisa waktu tiga bulan menjelang akhir 2023, pertumbuhan pendapatan dan laba MTEL diyakini lebih pesat. Apalagi MTEL banyak menuntaskan akuisisi menara dan fiber serta terdapat sejumlah pendapatan di tahun berjalan yang belum tercatatkan dalam neraca laba rugi.
Pertumbuhan kuat kinerja keuangan perseroan juga didukung adanya perubahan kontrak penyewaan dengan beberapa operator telekomunikasi dengan peluang kenaikan harga.
Dibandingkan dengan kompetitor, tingkat pertumbuhan kinerja keuangan MTEL sampai September 2023 masih unggul. Misalnya, pertumbuhan kinerja keuangan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) hanya single digit.
Baca Juga
Laba Mitratel (MTEL) Kembali Bertumbuh Dua Digit, Berikut Target Sahamnya
Panin Sekuritas dalam riset yang diterbitkan beberapa waktu lalu menilai bahwa capaian kinerja perseroan sepanjang Januari-September tahun ini sejalan dengan estimasi konsensus. “EBITDA bisa tumbuh lebih dari 11% atau lampaui target perseroan. Adanya kolokasi juga akan menjadi katalis positif untuk marjin EBITDA” kata analis Panin Sekuritas Aqil Triyadi.
Aqil menambahkan kolokasi dan penambahan tenant akan menjadi pendorong pendapatan MTEL sementara maintenance cost dapat dijaga stabil di kisaran Rp 1,2 juta/ menara/bulan sehingga menjadi pendorong peningkatan marjin.
Dia memproyeksi EBITDA MTEL sampai akhir tahun berpotensi mencapai Rp 6,8-7 triliun untuk satu tahun penuh 2023 yang mengimplikasikan pertumbuhan 11-14% dan di kuartal IV Net Income perseroan berpeluang mencapai Rp 1,7-1,9 triliun.
“Saat ini EV/EBITDA MTEL ada di kisaran 11x dan dengan pertumbuhan premium maka EV/EBITDA MTEL lebih baik dari industri yang saat ini berada di kisaran 10x” tambah Aqil.
Baca Juga
Laba Mitratel (MTEL) Lanjut Bertumbuh hingga September, Segini Besarannya
Menurutnya jika MTEL divaluasi sesuai dengan kinerja industri di EV/EBITDA 10x saja, maka harga wajar MTEL bisa mencapai Rp 830 sehingga saat ini dapat dikatakan MTEL undervalued dan layak menjadi saham yang dikoleksi.
Saat ini, harga MTEL bertengger di level Rp 610, jauh berada di bawah harga wajarnya. Sebagai pembanding, data RTI menyebutkan bahwa rasio PBV MTEL saat ini sebesar 1,51x, lebih rendah dari TOWR sebesar 3,04x dan TBIG sebesar 4,39x. Momentum window dressing yang biasa terjadi di akhir tahun diperkirakan bakal menjadi berkah MTEL.
