Inilah Produk Reksa Dana dengan Pertumbuhan AUM Tertinggi di 2023
JAKARTA, investortrust.id – Minat masyarakat berinvestasi direksa dana atau mutual fund menunjukkan tren positif. Gairah masyarakat menaruh uangnya di produk investasi ini bisa dilihat dari jumlah investor reksa dana yang terus meningkat. Begitu pun dana kelolaan reksa dana, yang diukur berdasar asset under management (AUM) atau nilai aktiva bersih (NAB) industri reksa dana nasional, tetap bertumbuh.
Mengacu data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai angka 11,58 juta investor (single investor identification/SID) per Agustus 2023. Angka tersebut naik 1,41% dari Juli 2023 yang sebanyak 11,42 juta dan tumbuh 12,32% sepanjang tahun (ytd). Dari jumlah itu, investor reksa dana mendominasi sebesar 10,85 juta atau naik 13% (ytd).
Sedangkan jumlah investor saham dan surat berharga lainnya menembus angka 4,94 juta atau naik 11,46% (ytd). Adapun jumlah investor Surat Berharga Negara (SBN) tercatat naik 13,42% (ytd) mencapai 943.020.
Sedangkan dari sisi dana kelolaan, berdasar data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), asset under management (AUM) atau nilai aktiva bersih (NAB) industri reksa dana nasional mencapai Rp 516,68 triliun per akhir Agustus 2023, atau tumbuh 1,67% sepanjang tahun berjalan (ytd). Namun angka itu turun Rp 3,42 triliun atau 0,66% dibandingkan periode bulan sebelumnya yang sebesar Rp 520,10 triliun.
Dana kelolaan tersebutbelum memasukkan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) yang mencapai Rp 26,19 triliun, Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA) Rp 7,88 triliun, Discretionary Fund atau Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) Rp 277,54 triliun, Dana Investasi Real Estat (DIRE) Rp 10,33 triliun, dan Efek Beragun Aset (EBA) Rp 2,06 triliun. Jika dihitung seluruhnya termasuk reksa dana maka total dana investor yang dikelola manajer investasi (MI) mencapai Rp 840,658 triliun per Agustus 2023. Angka tersebut sudah melampaui capaian dana kelolaan sepanjang tahun 2022 yang sebesar Rp 828,74 triliun.
Sementara jumlah unit penyertaan industri reksa dana sebanyak 384,83 miliar unit per akhir Agustus 2023. Angka itu naik 1,41% sepanjang tahun berjalan, dan hanya naik tipis jika dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 384,42 miliar. Di sisi lain, jumlah produk reksa dana berkurang 161 produk atau 6,92% sepanjang tahun berjalan menjadi tersisa 2.166 produk.
Pertumbuhan AUM Tertinggi
Reksa dana adalah instrumen investasi yang dikelola oleh suatu lembaga keuangan yang biasa disebut manajer investasi (MI). Dana dari para investor akan dikumpulkan, dikelola dan diinvestasikan manajer investasi pada beragam jenis instrumen investasi seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang lainnya.
Berdasarkan data yang dihimpun Investortrust, produk Reksa Dana Bahana Obligasi Ganesha Kelas I mencatatkan pertumbuhan AUM tertinggi sepanjang tahun 2023 (year to date/ytd). Reksa dana pendapatan tetap ini mengantongi AUM sebesar Rp 176,26 miliar per akhir Agustus 2023 atau tumbuh 173.677,7% (ytd) dibandingkan posisi akhir 2022 sebesar Rp 0,1 miliar.
Baca Juga
Dana Kelolaan Reksa Dana Bisa Naik 3 Kali Lipat, Ini Faktor Pendorongnya
Produk reksa dana yang mencatatkan pertumbuhan AUM tertinggi kedua adalah Reksa Dana Avrist Ada Kas Intan sebesar 45.225,8% (ytd). AUM reksa dana pasar uang ini sebesar Rp 50 miliar per akhir Agustus 2023 dari posisi Rp 0,1 miliar pada akhir 2022.
Berikutnya, produk reksa dana yang mencatatkan pertumbuhan AUM tertinggi ketiga adalah Reksa Dana Syariah PNM Sukuk Negara Syariah. Nilai AUM reksa dana pendapatan tetap ini tumbuh sebesar 39.771,3% (ytd) menjadi Rp 10,98 miliar per akhir Agustus 2023 dari Rp 0,03 miliar pada akhir 2022.
Sedangkan pertumbuhan nilai AUM tertinggi keempat dan kelima ditempati oleh dua produk reksa dana pasar uang. Kedua produk reksa dana itu adalah Reksa Dana Syariah Bahana Himaya Likuid Syariah dan Reksa Dana Shinoken Dana Lancar masing-masing tumbuh 17.953,5% dan 16.813,6%.
Baca Juga
Mantap! AUM Reksa Dana Bakal Melonjak Tiga Kali Lipat Menjadi Rp 1.500 Triliun dalam 5-7 Tahun
Selanjutnya, reksa dana dengan pertumbuhan nilai AUM tertinggi di urutan ke-6 hingga ke-10 sepanjang tahun berjalan 2023 yakni Reksa Dana Saham Uobam Sustainable Equity Indonesia D sebesar 7.983,6%, Reksa Dana Pendapatan Tetap Anargya Supergrowth yang tumbuh 6.422,1% (ytd), Reksa Dana Indeks BNI AM Short Duration Bonds Index Kelas R1 (2.849,2%), Reksa Dana Syariah Sucorinvest Sharia Balanced Fund (2.032,8%), dan Reksa Dana Danareksa Balanced Regular Income Fund (1.876,7%).
Data di atas juga menerangkan bahwa reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang menempati urutan lima teratas dalam pertumbuhan nilai AUM sepanjang tahun berjalan dengan pertumbuhan di atas 15.000%. Kelima reksa dana itu masing-masing dua produk reksa dana pendapatan tetap dan tiga produk reksa dana pasar uang.***

