Penjualan Mobil Nasional Diprediksi Tumbuh, Bagaimana dengan Astra (ASII)?
JAKARTA, investortrust.id – Berdasarkan hasil conference call dengan Gaikindo terungkap bahwa hybrid akan menjadi mobil transisi sebelum pengguna beralih ke mobil listrik murni di Indonesia. Sedangkan penjualan mobil tahun ini ditargetkan meningkat menjadi 1,1 juta unit.
CGS CIMB Sekuritas dalam laporan terkait prospek industri otomotif Indonesia menyebutkan bahwa Gaikindo mematok target peningkatan penjualan mobil menjadi 1,1 unit tahun ini, meskipun Indonesia sedang menggelar pemilihan umum presiden.
“Gaikindo menyebutkan bahwa Indonesia memiliki pasar potensial otomotif di dunia didukung dengan jumlah penduduk terbesar keempat dunia. Selain itu rasio kepemilikan mobil per penduduk di Indonesia masih rendah, yaitu 99 mobil per 1.000 penduduk, dibandingkan Malaysia per 490 orang dan Thailand per 275 penduduk,” tulis analis CGS CIMB Sekuritas Owen Tjandra, Utami Ratnasari, dan Handy Noverdanus dalam riset yang dikutip di Jakarta, Jumat (9/2/2024).
Baca Juga
Bukan Mobil Listrik, Sentimen Negatif Saham Astra (ASII) Ternyata Ini
Berlanjutnya pertumbuhan penjualan mobil, terang CIGS CIMB Sekuritas juga didukung atas target pertumbuhan GDP di atas 5% per tahun, peluang penurunan tingkat suku bunga, daya beli masyarakat dengan harga mobil di bawah Rp 300 juta, dan insentif dari pemerintah.
“Sejumlah faktor tersebut yang menopang pertumbuhan penjualan mobil, sehingga pemilu dinilai hanya berdampak minimal terhadap angka pembelian mobil,” terangnya.
Terkait mobil yang diminati konsumen, dia mengatakan, mobil hybrid akan menjadi produk transisi sebelum masyarakat beralik ke mobil listrik murni. Hal ini dipengaruhi belum lengkapnya stasiun pengecasan kendaraan listrik, harga jual kembali mobil listrik lebih rendah, dan harga pembelian baru mobil listrik mahal di atas Rp 300 juta.
Sejumlah produsen mobil juga tengah berdiskusi secara insentif dengan pemerintah untuk mendapatkan insentif terhadap penjualan mobil hybrid.
Baca Juga
Berbagai faktor tersebut mendorong Gaikindo untuk mempertahankan penjualan 1,1 juta unit mobil tahun ini. Mobil hybrid dan mobil baris tiga akan tetap menjadi motor peningkatan penjualan mobil.
Hal ini mendorong CGS CIMB Sekuritas kembali mempertahankan peringkat add saham PT Astra International Tbk (ASII) dengan target harga Rp 6.600. Target tersebut mempertimbangkan keberhasilan perseoran untuk mempertahankan pangsa pasar mobilnya.
“Kami tetap menyukai saham ASII didukung ekosistem otomotif yang kuat. Kami meyakini penetrasi pasar perseroan mobil tiga barus dan hybrid akan mendorong pangsa pasarnya tetap kuat sama seperti tahun lalu 56%,” terangnya.

