Perkuat Armada, Humpuss Maritim (HUMI) Beli Kapal Tug Boat Rp 4,5 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Emiten kapal milik Tommy Soeharto, PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) terus memperkuat jumlah armada dengan membeli satu unit kapal tug boat.
Sekretaris Perusahaan HUMI, Okty Saptarini, mengatakan, kapal dibeli dari PT Kemas Sejahtera Lestari bernama Ocean Hematite senilai Rp 4,5 miliar pada tanggal 17 November 2023.
Baca Juga
Emiten Kapal Tommy Soeharto (HUMI) Sewa Kapal Tanker Milik Korindo
“Pembelian kapal dilakukan oleh PT Humpuss Transportasi Curah, unit usaha Perseroan,” papar Okty dalam keterbukaan informasi yang dilansir, Rabu (22/11/2023).
Adapun pihak penjual dari kapal, PT Kemas Sejahtera Lestari, merupakan sebuah perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum negara Indonesia dan berdomisili di Jakarta, bukan merupakan afiliasi dari Perseroan.
Baca Juga
IHSG Masih Rawan Koreksi, Pantau Saham TBIG, BFIN, ERAA dan TBIG
“Pembeli atas kapal, PT Humpuss Transportasi Curah merupakan entitas anak Perseroan dan perusahaan terkendali Perseroan dengan kepemilikan langsung sebanyak 99,9%,” kata Okty.
Tujuan pembelian kapal dilakukan untuk pengembangan usaha anak perusahaan Perseroan.
Sebelumnya, HUMI telah merealisasikan pembelian kapal tanker senilai US$ 6 juta. Kapal tersebut akan ditujukan untuk pengangkutan methanol di dalam negeri.
Dirut HUMI Tirta Hidayat mengatakan, kapal tersebut telah diserahterimakan ke perseroan di Batam pada 8 November 2023.
Tirta menambahkan, pembelian kapal oil and chemical tanker tersebut merupakan bentuk strategi ekspansi perseroan dalam memenuhi kebutuhan methanol yang terus meningkat.
Peningkatan permintaan terhadap methanol merupakan dampak dari diperlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2023 terkait konservasi energi, dimana pemerintah akan meningkatkan persentase pencampuran bahan bakar nabati dalam Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak solar dari 30% (B30) menjadi 35% (B35).
“Selain itu, peningkatan pengangkutan methanol didukung berkembangkan industri nikel yang berimbas terhadap kenaikan permintaan caustic soda dan asam sulfat. Caustic soda dan asam sulfat ini sangat dibutuhkan oleh pabrik smelter dan juga pabrik baterai di Indonesia,” tambah Tirta.

