Sentimen Penopang IHSG dan 6 Saham Potensi Cuan Sepekan
JAKARTA, investortrust.id – Pergerakan pasar saham diperkirakan cenderung mixed (naik-turun) sepanjang pekan depan, periode 23 – 27 Oktober 2023.
Asumsi ini dilatari aneka sentimen positif dan negatif yang berpotensi mewarnai pergerakan pasar saham beberapa hari ke depan.
Penaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI7DDR) ke level 6% masih akan jadi penekan kuat pasar saham. Begitu pula dengan kondisi ketidakpastian ekonomi global, seiring makin memanasnya perang di Timur Tengah.
Pelaku pasar juga mencermati perkembangan Bank Sentral Amerika Serikat yang tampaknya masih akan menaikan suku bunga acuan. Penaikan suku bunga juga membawa kekhawatiran pelaku pasar untuk bertahan.
Baca Juga
Emas Batangan Antam Parkir Rp 1,12 Juta per Gram Hari Ini 22 Oktober
Sementara sentimen positif diyakini datang dari rilis laporan keuangan kuartal III-2023 emiten, terutama perbankan dalam 1-2 pekan ke depan. Kinerja emiten papan atas khususnya perbankan diyakini akan positif sehingga menjadi jangkar terhadap penurunan IHSG.
Rilis laporan keuangan sektor perbankan sudah dimulai oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan mencetak laba bersih Rp 36,4 triliun, tumbuh 25,8% yoy.
Vice President PT Samuel Sekuritas Indonesia, Muhammad Alfatih, memperkirakan, tarik menarik sentimen positif-negatif yang menggelayut di pasar akan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak di level 6.800 pekan ini.
“Sejak Juli tren indeks kita turun jauh, tapi penurunan sudah relatif besar sehingga kemungkinan aka nada reaksi (positif) terutama dari saham-saham bank papan atas yang sudah murah,” papar Alfatih, dipantau dari sebuah diskusi yang dikutip, Minggu (22/10/2023).
Untuk itu menurut dia, didorong saham-saham murah tadi, untuk jangka menengah ada peluang IHSG untuk mengalami penguatan.
Baca Juga
Diprediksi Pulih, Begini Prospek dan Target Harga Saham CPIN, JPFA, dan MAIN
Ditempat terpisah Tim Riset Indonesia Investment Education (IIE) membuat dua skenario pergerakan IHSG dalam sepekan ke depan.
Secara teknikal untuk skenario bullish, disebutkan, koreksi IHSG tertahan di lower bollinger bands dan support down channel di 6.803. Jika rebound dari support level tersebut, IHSG akan menguji resistance di 6.895 atau 6.945.
Sedangkan scenario bearish, jika IHSG break support up channel di 6.880 dan support EMA200hari di level 6.862. Kemudian gagal bertahan di level 6.840, IHSG berpotensi kembali koreksi menuju target head and shoulders pattern di level 6.635.
Adapun saham-saham pilihan IIE sepekan ke depan yaitu:
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
• Koreksi dan tertahan support jangka panjang di 4,950 dan support uptrend line jk pendek.
• Throwback sudah selesai dan BBNI akan kembali rally menuju target jangka panjang di 6,900.
PT Asuransi Tugu Pratama Tbk (TUGU)
• Rebound dari support konsolidasi disekitar 1,200 dan akan menguji resistance di 1,340.
• Break resistance di 1,340, maka TUGU berpotensi kembali rally menuju target double bottom di 1,530.
PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
• Bergerak sideways disekitar support di 460.
• Berpotensi membentuk VCP pattern.
• Bertahan di 460 akan membuka peluang rally menuju target ascending triangle di 830.
PT Jasa Marga Tbk (JSMR)
• Koreksi dengan volume kecil dan tertahan di support 4,440.
• Bertahan di level ini akan mengonfirmasi throwback sudah selesai dan JSMR akan kembali rally menuju target di 4,940.
PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)
• Koreksi tertahan support EMA200hari di 2,770.
• Break point B di 2,840 akan membuka peluang untuk kembali rally menuju PRZ gartley pattern di 2,910 dan PRZ crab pattern di 3,230.
PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS)
• Rebound dari support FR38.2% dan juga kumo level di 525.
• Potensi rebound lanjutan menuju 630/680. • Overall WINS masih berada dalam uptrend.

