Bappebti Targetkan Transaksi Kripto 2024 Capai Rp 300 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menginginkan jumlah transaksi kripto pada 2024 bisa kembali menyamai capaian 2022 dan dilanjutkan ke peningkatan seperti 2021.
Bappebti mencatat, total transaksi aset kripto di Indonesia pada 2022 adalah Rp 306,4 triliunsedangkan raihan 2021 mencapai Rp 859,4 triliun.
Di sisi lain, sepanjang 2023, transaksi kripto di Indonesia hanya mencapai Rp 149,25 triliun, lebih rendah secara tahunan dibandingkan 2022, apalagi 2021. Meski turun Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Bappebti Tirta Karma Senjaya menilai, industri ini tetap menunjukkan potensi ekonomi yang kuat.
“Kami sih harapannya jumlah transaksi bisa menyamai tahun 2021 ya targetnya. Namun kami tidak muluk-muluk tahun 2024 ini paling tidak bisa mengembalikan ke posisi, kayak kurva U, kemarin sempat menempati 2021 di atas, 2022 di bawah. Jadi paling tidak kembali ke 2022 dulu, baru nanti 2021,” ujar Tirta dalam Indonesia Crypto Outlook 2024 yang diselenggarakan Tokocrypto, Rabu (31/1/2024).
Baca Juga
Menurut dia, bila melihat titik baliknya, harga kripto yang sempat menunjukkan all time high (ATH) pada 2021 diperkirakan akan kembali menciptakan harga tertinggi pada 2025. Seiring kenaikan harga kripto, total transaksinya pun dipercaya akan ikut meningkat lagi, seperti pada 2021.
Di era digital yang terus berkembang, Indonesia telah menapakkan langkah signifikan dalam adopsi aset kripto dan teknologi blockchain. Dalam perkembangannya, Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan dalam industri aset kripto.
Bappebti mencatat, jumlah investor aset kripto di Indonesia telah mencapai 18,51 juta, meningkat 9,8% sejak awal tahun. Tirta mengaku, pihaknya telah mengambil langkah proaktif dalam mengatur pasar aset kripto.
Hingga saat ini, ada 501 aset kripto yang resmi terdaftar, dan 33 Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) yang terdaftar dan teregulasi. Langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah Indonesia dalam menciptakan lingkungan perdagangan yang aman, adil, dan mendorong inovasi ekonomi.
Baca Juga
Tirta mengatakan, langkah Bappebti ini merefleksikan komitmen pemerintah Indonesia dalam mengintegrasikan inovasi aset digital dengan tatanan regulasi yang kokoh.
Tujuan mereka tidak hanya untuk menciptakan lingkungan perdagangan yang aman dan terpercaya, tetapi juga untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi Negara-negara di Asia tengah. Pasalnya, mereka gencar bersaing untuk menjadi pusat pengembangan teknologi kripto, dan Indonesia dipercaya tidak ketinggalan dalam perhelatan ini.
Tirta mengeklaim. Pemerintah Indonesia secara proaktif menciptakan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekosistem kripto, termasuk regulasi yang memfasilitasi inovasi hingga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap potensi investasi dalam aset kripto.
"Indonesia memiliki potensi besar dalam ekosistem aset digital. Perdagangan aset kripto dapat menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mempercepat, menciptakan, dan mendorong upaya pengembangan ekonomi digital Indonesia," kata Tirta.
Baca Juga
3 Kripto Ini Jadi Penerima Transfer Shiba Inu Tertinggi, Nilainya 27,7 Tiliun Token SHIB
Tahun 2023 menyaksikan pemulihan pasar kripto dengan total kapitalisasi pasar meningkat sekitar 108%. Pertumbuhan ini terutama disebabkan kemajuan di kuartal I dan IV, dengan peningkatan masing-masing 48,3% dan 54,4%. Ini dinilai sebagai sebuah kontras yang signifikan dibandingkan penurunan pasar sekitar 64% pada 2022.
Kinerja luar biasa pada 2023 didukung berbagai perkembangan positif dalam dunia kripto. Di antaranya adalah optimisme terhadap ETF Bitcoin spot dan antisipasi halving Bitcoin.
Selain itu, kondisi makroekonomi yang lebih stabil, seperti pertumbuhan PDB global yang konsisten dan penurunan inflasi juga turut memengaruhi kinerja positif tahun ini.
Bitcoin (BTC) masih menjadi kripto paling dominan yang menguasai 50,2% dari total kapitalisasi pasar. BTC juga menjadi aset dengan pertumbuhan terbaik setiap tahunnya dalam delapan tahun terakhir.
Potensi BTC semakin besar pada saat momen halving Bitcoin dengan rewards yang didapatkan penambang Bitcoin akan di bagi menjadi setengah. Hal ini menyebabkan penurunan penawaran di market sedangkan permintaan cenderung tetap atau bertambah.

