Usai Umumkan Kenaikan Laba, Kira-kira Begini Potensi Dividen Telkom (TLKM)
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) berpotensi menetapkan rasio dividen sebear 70-80% dari raihan laba bersih tahun 2023 dengan total Rp 24,6 triliun. Dengan lompatan laba dan rasio dividen stabil diperkirakan nilai dividen mencapai Rp 198 per saham.
Trimegah Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin, menyebutkan bahwa potensi rasio dividen yang besar tersebut menjadikan dividen per saham meningkat. Tahun lalu, rasio dividen TLKM mencapai 80% atau menjadi Rp 16,6 triliun setara dengan Rp 167,6 per saham.
Baca Juga
Kinerja Sesuai Estimasi, Sekuritas Ini Pertahankan Beli Saham Telkom (TLKM)
“Telkom memberikan petunju rasio dividen berkisar 80%, dengan demikian dividen per saham bakal meningkat dari Rp 167,6 menjadi Rp 198,4. Angka tersebut merefleksikan dividen yield mencapai 5% dengan asumsi saham TLKM berada di level Rp 3.620 per saham,” tulis Sabrina dan Richardson Raymond dalam riset yang dipublikasikan di Jakarta, kemarin.
Telkom (TLKM) melalui rilis laporan kinerja keuangan mengungkap lompatan laba bersih sebanyak 18,3% YoY menjadi Rp 24,6 triliun pada akhir 2023. Meskipun pendapatan konsolidasian hanya tumbuh 1,3% menjadi Rp 149,2 triliun.
Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (EBITDA) perseroan tercatat sebesar Rp 77,6 triliun dengan EBITDA margin pada 52,0%. Pencapaian positif ini dikontribusi oleh pertumbuhan bisnis data, internet & IT Service yang tumbuh 6,5% YoY menjadi Rp 87,4 triliun. Adapun IndiHome dan layanan Interkoneksi juga catat pertumbuhan pendapatan yang cukup memuaskan pada 2,7% YoY dan 7,0% YoY.
Baca Juga
Konsisten Jalankan Transformasi, Telkom (TLKM) Catat Pertumbuhan Laba Bersih 18,3%
Terkait target 2024, Richardson mengatakan, Telkom membidik pertumbuhan pendapatan satu digit mencapai 5% dengan margin EBITDA diperkirakan 50-52%. Sedangkan total belanja modal berksiar 22-24% dari pendapatan.
Penopang utama pertumbuhan kinerja keuangan perseoran diprediksi tetap datang dari Telkomsel dan Indihome. Apalagi Telkomsel tengah gencar memperluas segmen pasar, termasuk pasar anak muda dan mass market.
Pertumbuhan kinerja keuangan juga diharapkan datang dari berlanjutnya sinergi dari integrasi Telkomsel dengan Indihome yang bisa memangkas biaya Rp 1,5 triliun. Pertumbuhan juga diharapkan disumbangkan transformasi bisnis data center dan fiber optic dengan mengundang investor strategis.

