Telkom (TLKM) Tegaskan Pedoman Dividen Masih 60-80% dari Laba
JAKARTA, investortrust.id – Manajemen PT Telkom Indonesia (Persero) (TLKM) menegaskan, pedoman dividend payout ratio (DPR) yang dipegang perusahaan masih di kisaran 60-80% dari laba bersih.
“Kami memberi guideline (pedoman) sebenarnya, DPR kami berkisar antara 60-80%. Ini rasio yang sangat sehat untuk mempertahankan pertumbuhan dan posisi balance sheet kami yang stable,” ujar Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Heri Supriadi saat Public Expose Live, Kamis (20/11/2023).
Dia mengatakan, saat ini kas perusahaan dari operasi masih sangat sehat, dengan investasi yang masih bisa dipertahankan efisiensinya. Manajemen percaya, masih bisa memberi dividen sebesar rasio tersebut, meski telah mengeluarkan investasi untuk data center dan lini bisnis lain.
Baca Juga
Tingkatkan Daya Saing, Telkom Dukung Sertifikasi Halal 497 UMKM
Direksi pun menyebutkan, perseroan dapat membagikan keuntungan lebih besar kepada pemegang saham, seiring kenaikan laba bersih yang diharapkan sampai tutup tahun 2023. “Dengan ekspektasi pertumbuhan di bottom line kami, tentunya akan meningkatkan dividen per saham yang akan kami bayar atas laba yang tercatat tahun ini,” imbuh Heri.
Menjelang akhir 2023, Telkom terus menjalankan transformasi yang sudah dicanangkan perseroan sejak dua tahun terakhir. Melalui strategi utama Five Bold Moves (5BM), langkah strategis ini mulai memperlihatkan sinyal positif dan diharapkan menjadi potensi untuk keberlangsungan profitabilitas perseroan ke depannya.
Pada kesempatan sama, Direktur Strategic Portfolio Telkom Budi Setyawan Wijaya memaparkan kinerja dan strategi perseroan, serta proyeksi kinerja tahun buku 2023.
“Setelah implementasi FMC (fixed mobile convergence) yang dilakukan pada Juli lalu, kali ini kami tengah mengakselerasi bisnis data center Telkom Group untuk dapat semakin kuat, baik dari sisi kapasitas maupun kapabilitas,” ujar Budi.
Baca Juga
Inisiatif ditujukan untuk melayani permintaan broadband berkecepatan tinggi dan dapat diandalkan. Sejak Juli 2023, Telkom Group melalui Telkomsel yang fokus menjalankan bisnis business-to-consumer (B2C), telah melakukan prioritas optimasi biaya, konvergensi pelanggan, dan maksimalisasi channel seluler.
Aksi korporasi tersebut, diharap mampu mengakselerasi digitalisasi di Indonesia melalui pengalaman pelanggan dan infrastruktur terbaik. Salah satunya dengan fokus pada pada akses yang merata, perluasan channel melalui satu aplikasi, serta layanan pelanggan.
FMC diproyeksi dapat memperlihatkan hasil efisiensi yang baik sebagaimana rencana perseroan. Begitupun dengan nilai sinergi dari IndiHome dan Telkomsel yang sudah dipersiapkan.
“Diharapkan seiring proses dan waktu yang terus berjalan, potensi peningkatan revenue dari sinergi keduanya dapat menunjukkan hasil mulai awal tahun depan,” tutup Budi. (CR-10)

