Medco Energi (MEDC) Tuntaskan Emisi Global Bond US$ 500 Juta, Kuponnya Segini
JAKARTA, Investortrust.id – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menuntaskan penerbitan obligasi global dengan total US$ 500 juta. OBligasi bertenor lima setengah tahun tersebut dilepas dengan kupon 8,96% per tahun.
Perseroan juga menyebutkan bahwa obligasi tersebut mendapatkan peringkat B+ dari Fitch Ratings, B+ dari S&P, dan B1 dari Moody,s. Sedangkan dana hasil emisi tersebut akan dimanfaatkan untuk membiayai kembali utang perseroan.
Baca Juga
Cerahnya Medco Energi (MEDC) di Tengah Kenaikan Harga Minyak dan Dukungan Amman Mineral
“Kami senang dengan hasil ini, terutama karena dukungan yang kuat dari investor atau mencerminkan bukti kemampuan perseroan dalam memenuhi komitmen secara konsisten baik dari sisi kinerja operasional maupun deleveraging,” ujar CEO Medco Energi Roberto Lorato dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (20/10/2023).
Dia menambahkan, perseroan optimistis kinerja keuangan lanjutkan pertumbuhan, seiring membaiknya harga komoditas dan peningkatan permintaan energi. Hal ini diharapkan menciptakan pertumbuhan berkelanjutan perseroan.
Sebelumnya,riset CGS CIMB Sekuritas merevisi naik target harga saham MEDC dari Rp 1.300 menjadi Rp1.650 dengan rekomendasi add.
Baca Juga
Sepekan Total Modal Asing Keluar Rp5,36 T, dari Pasar Saham Rp 3,01 T
Revisi naik tersebut sejalan dengan ekspektasi harga minyak lebih tinggi, dibandingkan perkiraan semula. Perseroan juga didukung sentiment positif terkait rencana akuisisi 20% kepemilikan non-operasional pada aset produksi di Timur Tengah.
CGS CIMB Sekuritas merevisi naik proyeksi harga minyak mentah brent pada 2023-2025menjadi US$80-85 per barel, dibandingkan perkiraan semula US$75-80 per barel. Hal ini diharapkan berimbas positif terhada keuangan MEDC.
Baca Juga
GoTo Peopleverse Kembali Alihkan Saham GOTO, Harganya Segini
Hal ini mendorong CGS CIMB Sekuritas untuk menaikkan proyeksi EPS perseroan pada 2023 hingga 2025 sebesar 4-31%.
Terkait penurunan laba bersih MEDC sepanjang semester I-2023 sebesar 56% menjadi US$119 juta hingga berada di bawah ekspektasi dipengaruhi atas penurunan harga minyak mentah, kerugian sebesar US$21 juta atas penyesuaian nilai wajar dari aset keuangan, dan kontribusi keuntungan yang lebih rendah atas kepemilikan 21% saham di PT Amman Mineral International (AMMN).

