Pasar Saham Asia Tunggu Rilis Data Tiongkok
JAKARTA, investortrust.id – Pergerakan harga saham-saham di Asia hari ini menunggu rilis data Tiongkok. Pasar mengharap RRT meluncurkan stimulus untuk memerangi perlambatan ekonomi. Sementara itu, kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika menekan valuasi yang sangat tinggi pada saham teknologi dan mendukung penguatan dolar.
Geopolitik menjadi kekhawatiran tambahan setelah kapal perang Rusia pada hari Minggu memberikan tembakan peringatan kepada sebuah kapal kargo di Laut Hitam bagian barat daya, membawa masuk tahap baru dari perang yang dapat berdampak pada harga minyak dan makanan.
Angka-angka penjualan ritel dan produksi industri RRT dijadwalkan akan dirilis pada hari Selasa dan para analis menganggap bahwa angka-angka tersebut akan mengecewakan, menjaga tekanan turun pada yuan.
Sentimen negatif juga bersumber dari memburuknya kesehatan perusahaan pengembang properti, karena bermasalah surat utangnya. Country Garden China, pengembang properti swasta papan atas RRT dijadwalkan menangguhkan perdagangan dari 11 obligasi mulai Senin ini.
Sedangkan di AS, Futures S&P 500 berjalan lebih baik pada perdagangan awal dengan kenaikan 0,2%, sementara futures Nasdaq naik 0,3%. Ada optimisme pasar bahwa inflasi akan cukup mereda untuk menghindari kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Angka penjualan ritel AS minggu ini diprediksi bakal menunjukkan peningkatan belanja sebesar 0,4. Analis di BofA mengatakan data pengeluaran kartu kredit dan debit menunjukkan penjualan dapat naik 0,7%. Pencapaian seperti itu akan menantang persepsi pasar yang baik terhadap suku bunga. Pasar juga telah memasukkan lebih dari 120 basis poin pemotongan suku bunga untuk tahun depan yang dimulai sekitar Maret.
Notulen pertemuan terakhir Fed dijadwalkan akan dirilis pada hari Rabu dan bisa menunjukkan adanya opsi kenaikan suku bunga lebih lanjut. Analis di Goldman Sachs berpendapat bahwa pasar terlalu jauh dalam memasukkan pemotongan suku bunga yang agresif.

