Lagi, Saham PTSP dan UANG Tembus ARA Dua Hari Beruntun
JAKARTA, investortrust.id - Saham PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) dan PT Pakuan Tbk (UANG) lagi-lagi terbang hingga menembus batas auto rejection atas (ARA) pada perdagangan sesi I, Rabu (15/12/2023).
Kenaikan tajam dua saham ini hingga menggapai ARA, terjadi secara beruntun dalam dua hari terakhir. Pada perdagangan Selasa kemarin, (14/11/2023 saham PTSP dan UANG juga harus dihentikan oleh sistem Bursa Efek Indonesia karena kenaikannya melampaui batas tertinggi harian.
Sesaat setelah pembukaan perdagangan sesi I hari ini dibuka, saham PTSP, emiten yang menjalankan restoran cepat saji dengan merek dagang California Fried Chicken (CFC) mengalami kenaikan sebesar 24,91% ke level 3.660 per saham. Volume perdagangan PTSP tercatat sebanyak 15 lot saham dengan nilai transaksi Rp 3,57 miliar. Kapitalisasi pasar saham PTSP tercatat Rp 805 juta.
Baca Juga
Target Harga Baru Saham PT Sarana Menara (TOWR), Potensi ‘Cuan’ Menggiurkan
Sedangkan UANG, emiten yang bergerak di bisnis properti tercatat melesat 25% ke level 675 per saham. Saham ini ditransaksikan dengan volume sebanyak 1.662 lot dengan nilai transaksi Rp 663 juta. Adapun kapitalisasi saham ini tercatat Rp 817 juta.
Terkait kinerja, PTSP membukukan pendapatan usaha Rp 457,33 miliar dan laba tahun berjalan Rp 6,87 miliar per September 2023. Sementara pendapatan usaha bersih Rp 413,68 miliar dan laba tahun berjalan Rp 6,61 miliar per September 2022.
Baca Juga
Emas Batangan Antam Naik Rp 8.000, Jadi Rp 1,097 Juta per Gram
Adapun UANG tercatat membukukan laba bersih Rp 303,59 miliar per September 2023, melesat 495% year on year dari periode sama tahun sebelumnya yang mengalami rugi bersih Rp 76,85 miliar.
Pendapatan UANG tercatat Rp 517,87 miliar dibanding sebelumnya nihil. Beban pokok pendapatan Rp 176,78 miliar dari nihil. Laba kotor sebesar Rp341,08 miliar naik dari nihil.
Kemudian beban penjualan Rp12,88 miliar, turun 19% dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp 15,94 miliar. Beban umum dan administrasi Rp 50,22 miliar, bengkak dari Rp 41,96 miliar.

