Meski IHSG Hanya Naik 6 Poin, Saham PTIS dan INPS Berhasil ARA
JAKARTA, Investortrust.id – Meski dibuka melemah, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/8/2023), akhirnya berhasil ditutup naik 6,12 poin (0,09%) menjadi 6.890,28. Sedangkan nilai transaksi saham di pasar reguler mencapai Rp 8,85 triliun.
Baca Juga
Target Defisit RABPN 2024 Lebih Rendah, Bahana TCW: Peringkat Utang Indonesia bakal Naik
Penguatan IHSG didukung kenaikan indeks lima sektor saham dan selebihnya mencatatkan penurunan. Penguatan tertinggi melanda saham sektor energi mencapai 1,95%, sektor material dasar naik 0,78%, dan sektor konsumer primer menguat 0,30%.
Sebaliknya penurunan melanda keenam sektor saham berikut, yaitu saham sektor properti turun 0,89%, sektor keuangan 0,51%, teknologi 0,31%, sektor kesehatan 0,55%, sektor transportasi 0,69%, dan sektor infrastruktur 0,56%.
Baca Juga
Meski penguatan IHSG tipis, kedua saham berikut berhasil torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Indo Straits Tbk (PTIS) menguat Rp 80 (24,69%) menjadi Rp 404 dan PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) naik Rp 52 (24,30%) menjadi Rp 266.
Penguatan juga melanda saham PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) naik Rp 34 (26,77%) menjadi Rp 161, PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) menguat Rp 74 (21,26%) menjadi Rp 422, dan PT Eratex Djaja Tbk (ERTX) naik Rp 64 (17,58%) menjadi Rp 428.
Baca Juga
IHSG Bisa Ke 7.450 Akhir Tahun, 10 Saham Ini Jadi Pilihan Teratas
Sebaliknya kelima saham berikut torehkan penurunan hingga auto reject bawah (ARB), seperti saham PT Berkah Prima Perkasa tbk (BLUE), PT Victoria Investama Tbk (VICO), PT Atlas Resources Tbk (ARII), dan PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI).

