PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Punya Program 'Good Mining Practice', Anut Prinsip Reklamasi Progresif
JAKARTA, Investortrust.id - Vice President PT Vale Indonesia, Adriansyah Chaniago mengungkapkan, pihaknya memiliki program good mining practice untuk menjaga kelestarian bumi yang sejalan dengan konsep ESG. Bahkan, mereka menerapkan prinsip reklamasi progresif.
“Good mining practice dalam sisi pertambangan adalah bagaimana kita mengelola lingkungan agar tidak menimbulkan kerusakan. Dan kami juga menganut prinsip reklamasi progresif,” ucap Adriansyah di Jakarta, Rabu (29/11/2023).
Lebih lanjut Adriansyah menjelaskan penerapan reklamasi progresif tersebut, di mana area-area yang mereka buka harus bisa mereka tutup kembali. Mereka berusaha melakukan reklamasi sedemikian rupa dengan harapan area tersebut bisa jauh lebih kaya dari sebelumnya.
Baca Juga
Vale (INCO) Optimistis Laba Tumbuh Meski Target Produksi Stagnan Tahun 2024
Selain itu, PT Vale Indonesia juga disebutkan Adriansyah memiliki program sosial. Mereka menganut prinsip pemberdayaan masyarakat sehingga bisa ikut berpartisipasi aktif dalam proses bisnis, dan akhirnya mampu menuju masyarakat mandiri pasca tambang.
Adriansyah menekankan, PT Vale Indonesia sebagai perusahaan yang beroperasi di industri ekstraksi, memandang ESG sebagai suatu kewajiban. Adapun prinsip-prinsip ESG ini mereka tuangkan ke dalam tiga prinsip utama, yaitu planet, people, dan profit.
“Yang dimaksud planet adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan lingkungan, pengelolaan lingkungan, baik air, udara, maupun limbah. Mengenai people, itu kami wujudkan dalam bentuk program-program sosial, pemberdayaan, dan pengembangan masyarakat. Dan akhirnya tentu profit akan datang sesuai dengan prinsip governance yang kita anut,” jelasnya.
Penerapan ESG yang dilakukan PT Vale Indonesia diakui oleh Adriansyah memberikan banyak manfaat bagi perusahaan. Salah satunya adalah jaringan mereka menjadi semakin luas sehingga lebih mudah melakukan operasi.
Baca Juga
“Berdasarkan penerapan ESG yang baik, kami direcognize oleh banyak pihak, termasuk potensial-potensial partner yang ingin bekerja sama sesuai dengan prinsip sustainability. Mudah-mudahan juga bisa mendukung profitabilitas perusahaan pada akhirnya,” tandas Adriansyah.
Sepanjang sembilan bulan pertama 2023, INCO memproduksi 51.644 ton nikel dalam matte, atau naik 17,6% dari periode yang sama 2022 sebesar 43.907 ton nikel dalam matte.
Di periode yang sama INCO juga memproduksi 17.953 ton nikel dalam matte, yang merupakan kenaikan 2,5% dibanding produksi kuartal III-2022 yang sebesar 17.513 ton nikel matte. Realisasi ini naik 6% dari kuartal II-2023 sebesar 16.922 ton nikel matte. (CR-8)

