Kontribusi BUMN ke Negara Tembus Rp 448 Triliun hingga Kuartal III
JAKARTA, investortrust.id - Realisasi kontribusi BUMN kepada negara hingga kuartal III-2023 telah mencapai Rp 448 triliun, baik melalui dividen, pajak, maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Laba perusahaan pelat merah ini juga naik 10% menjadi Rp 231 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 210 triliun.
"Transformasi berdampak besar dalam peningkatan kontribusi BUMN kepada negara, melalui dividen, pajak, dan PNBP. Realisasi kontribusi BUMN hingga kuartal III-2023 telah mencapai Rp 448 triliun. Sedangkan total kontribusi BUMN dalam tiga tahun terakhir pada 2020-2022 mencapai Rp 1.318 triliun, tumbuh Rp 39 triliun dari periode 2017-2019 yang sebesar Rp 1.279 triliun," ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dalam keterangan usai rapat kerja (raker) dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (04/12/2023).
Erick juga menuturkan laba BUMN pada 2022 mencapai Rp 254 triliun, tanpa restrukturisasi yang sebesar Rp 55,7 triliun. Ia optimistis kinerja positif BUMN dapat berlanjut pada 2023 dan 2024.
"Kinerja BUMN masih positif dengan laba sebesar Rp 231 triliun hingga kuartal III-2023, naik 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut juga melesat dibandingkan laba BUMN pada 2021 yang sebesar Rp 125 triliun. Kalau kita bandingkan dengan laba 2022 yang nilainya Rp 254 triliun, saya optimistis angka ini bisa tercapai dan masih bisa tumbuh lagi untuk 2023," ucapnya.
Baca Juga
Return Emiten BUMN Tinggi
Erick menyampaikan, kinerja apik ini juga mendapat respons positif dari pasar. Erick mengatakan, tingkat return BUMN di bursa mencapai 28%, lebih tinggi dari emiten swasta yang sebesar 18%.
Erick juga mendorong keseimbangan antara penyertaan modal negara (PMN) dengan dividen. Komitmen ini telah disampaikan sejak 2019, yang menginginkan porsi PMN dan dividen bisa setara yakni 50:50.
Baca Juga
Kontribusi Dividen BUMN ke APBN Melonjak 150,9%.
"Saya bersyukur BUMN berhasil menyetorkan dividen sebesar Rp 81,1 triliun atau melampaui target awal sebesar Rp 35,3 triliun pada 2023, dan ditargetkan dividen pada 2024 terus tumbuh hingga Rp 85,2 triliun. Artinya kalau ditotal, nanti proporsional antara dividen dan PMN mencapai target 50:50, sekarang insya Allah bisa 55:45," lanjut Erick.
Erick memerinci, total realisasi dan usulan PMN selama periode 2020-2024 mencapai Rp 226,1 triliun. Sedangkan realisasi dan usulan dividen di periode yang sama justru lebih besar yakni Rp 279,4 triliun. Dengan demikian, porsi dividen BUMN akan mencapai 55%, lebih besar dibandingkan PMN yang sebesar 45%.
"Hal ini terjadi juga karena dorongan Komisi VI DPR untuk BUMN bertransformasi. Kami juga punya annual report terkonsolidasi, sehingga konsisten punya laporan keuangan yang transparan dan bisa menjadi review dan catatan untuk perbaikan di tahun-tahun berikutnya," kata Erick.

