Tensi Timur Tengah Meningkat, Menko Airlangga: Kita Tak Perlu Reaktif
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan pemerintah tidak akan reaktif terhadap dugaan serangan Israel ke Iran. Sebab, ledakan yang terjadi di langit Isfahan, Iran bagian utara bukan terkonfirmasi dari Israel.
“Kita tidak perlu reaktif karena dari segi Iran sendiri men-denial. Menteri luar negerinya (Hossein Amir-Abdollahian) mengatakan itu bukan dari Israel. Jadi kita monitor saja dan kita tidak perlu reaktif,” kata Airlangga ditemui usai salat Jumat, di kantornya, Jakarta, Jumat (19/4/2024).
Baca Juga
Israel Serang Balik Iran, Bagaimana Skenario Ekonomi Pemerintah Hadapi Eskalasi Konflik?
Dia mengatakan, letusan yang terjadi di Isfahan, dampaknya letusan tersebut tidak reaktif. “Kita lihat walaupun market bereaksi negatif di berbagai negara. Yang turun kan bukan hanya pasar di Indonesia,” ujar dia.
Airlangga mengatakan, pemerintah yakin masih bisa menahan risiko. Sebab, perang yang paling dahsyat yaitu saat terjadi perang Ukraina. Saat perang Rusia dan Ukraina berkecamuk, kata dia, ada pandemi Covid-19, kenaikan harga komoditas, embargo makanan, dan kemudian harga minyak yang juga tidak terkendali.
Baca Juga
Deretan Saham Dipimpin MEDC Melesat, Saat Kabar Israel Lancarkan Serangan Balasan ke Iran
“Itu bisa kita kendalikan dengan mekanisme yang ada,” kata dia.
Dia mengatakan, saat ini, pemerintah akan terus menjaga rantai pasok dan pasar ekspor. Selain itu, pemerintah juga akan menggunakan APBN sebagai shock absorber. “Nah, sekarang yang terjadi, seluruh negara minta untuk menahan diri. Jadi kita lihat saja, jangan kita yang reaktif sendiri,” kata dia.

