Bagikan

Tak Seperti Induknya, Laba Atribusi PP Presisi (PPRE) Anjlok 20,38%

JAKARTA, investortrust.id PT Pembangunan Perumahan Presisi Tbk (PPRE) atau PP Presisi membukukan penurunan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 20,38% dari Rp 100,75 miliar menjadi Rp 80,21 miliar.

Manajemen PP Presisi dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (5/3/2024) disebutkan penurunan laba tersebut menjadikan laba per saham dasar perseroan turun dari Rp 9,85 menjadi Rp 7,85 per saham. 

Penurunan laba bersih anak usaha PT PP (Persero) Tbk (PTPP) ini dipicu atas penurunan pendapatan dari Rp 3,63 triliun menjadi Rp 3,40 triliun tahun 2024. Hal ini menjadikan laba kotor turun dari Rp 612,38 miliar menjadi Rp 593,56 miliar. 

Baca Juga

Laba Entitas Induk PTPP Terbang 77,17%, Kok Bisa?

Penurunan laba bersih dipicu kenaikan beban usaha, kerugian penurunan nilai, beban keuangan, dan penurunan laba ventura bersama. Hal ini menjadikan laba sebelum pajak penghasilan perseroan turun dari Rp 192,94 miliar menjadi Rp 181,78 miliar. 

PPRE juga mencatatkan penurunan total aset dari Rp 7,58 triliun menjadi Rp 7,16 triliun sepanjang 2023. Begitu juga dengan total liabilitas turun dari Rp 4,43 triliun menjadi Rp 3,84 triliun.

Penurunan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ini berbanding terbalik dengan induknya, PTPP. Tahun lalu, PTPP merealisasikan lonjakan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 77,17% dari Rp 271,69 miliar menjadi Rp 481,36 miliar pada 2023.

Tahun 2023, PP Presisi membukukan raihan kontrak baru senilai Rp 6,7 triliun hingga akhir Desember 2023. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebanyak 28,7% secara year on year (YoY), dibandingkan Desember 2022 sebesar Rp 5,2 triliun.

Baca Juga

PP Presisi (PPRE) Raih Kontrak Baru Rp 6,7 Triliun, Bagaimana dengan Target 2024?

Manajemen perseroan menyebutkan perolehan kontrak baru ini didominasi kontrak baru yang dimenangkan perseoran sebanyak Rp4,9triliun atau 74% dari total kontrak baru. Sisanya diperoleh dari entitas anak PP Presisi.

Direktur Utama PP Presisi (PPRE) I Gede Upeksa Negara mengatakan, kontrak baru didominasi jasa pertambangan sebesar 66% atau sebesar Rp4,4triliun. Terjadi pertumbuhan sebesar 11%, dibandingkan tahun lalu.

PP Presisi merupakan perusahaan jasa konstruksi sipil dan tambang terintegrasi yang dikendalikan PTPP dengan total saham yang dikuasai 76,98%. Sisanya dikendalikan masyarakat dengan kepemilikan 21,94%.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024