Didorong Hal Ini, Keluarga Irwan Hidayat Tambah Saham Sido Muncul (SIDO) Rp 3,69 T
JAKARTA, investortrust.id – PT Hotel Candi Baru, selaku pengendali, menambah kepemilikan sebanyak 17,14% saham PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) senilai Rp 3,69 triliun. Aksi ini menjadikan total saham yang digenggamnya bertambah dari 60,46% menjadi 77,59% saham.
PT Hotel Candi Baru merupakan perusahaan pengendali yang dimiliki anggota keluarga Hidayat, yaitu Irwan Hidayat, Jonatha Sofjan Hidayat, Johan Hidayat, David Hidayat, dan Sandra Linata Hidayat.
Baca Juga
Divestasi Saham Rp 3,69 Trliun, Private Equity Affinity Tinggalkan Sido Muncul (SIDO)
Hotel Candi Baru menambah saham di SIDO dengan membeli saham milik Condordant Investment Pte Ltd, perusahaan private equity milik Affinity Equity Partners (Affinity). Concordant melepas seluruh miliknya sebanyak 5,14 miliar atau 17,14% saham SIDO senilai Rp 3,69 triliun.
Transaksi tersebut telah dilaksanakan di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia, Jumat (5/4/2024), dengan harga pelaksanaan Rp 719 atau lebih tinggi dari harga penutupan Rp 700 per saham.
“Alasan Hotel Candi Baru menambah kepemilikan saham didukung keyakinan bahwa pertumbuhan kinerja SIDO akan semakin membaik tahun ini dan tahun-tahun mendatang,” tulis Corporate Secretary SIDO Tiur Simamora dalam penjelasan resminya di BEI, hari ini.
Concordant merupakan anak usaha Affinity Equity Partners (Affinity), yaitu perusahaan private equity independent terbesar di Asia Pasifik dengan dana kelolaan puluhan miliar dollar AS. Affinity memiliki kantor di Hong Kong, Singapura, Korea, Australia, China, hingga Indonesia.
Baca Juga
Sido Muncul (SIDO) Catat Penurunan Laba Bersih 13% Jadi Rp 950,64 Miliar
Bersamaan dengan pengumuman tersebut, Sido Muncul (SIDO) juga telah menerima surat pengunduran diri Direktur SIDO Leonard. Pengunduran diri ini akan beralku efektif pada 5 Mei 2024.
Tahun 2023, Sido Muncul Tbk (SIDO) mencatat laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 950,64 miliar di tahun buku 2023, turun 13,94% secara year on year (yoy) dari Rp 1,10 triliun pada periode yang sama tahun 2022.
Penurunan dipicu pelemahan penjualan sebesar 7,76% menjadi Rp 3,56 triliun di tahun 2023, dari Rp 3,86 triliun pada tahun 2022. Sementara beban pokok penjualan turun menjadi Rp 1,54 triliun dari Rp 1,69 triliun. Alhasil Perseroan mencatat penurunan laba kotor menjadi Rp 2,01 triliun di tahun 2023, dari posisi Rp 2,16 triliun pada tahun 2022.

