Sektor Properti Dinilai 'Overweight', Analis Jagokan Saham CTRA
JAKARTA, investortrust.id – Perkembangan makroekonomi diproyeksi semakin positif seiring berkurangnya risiko resesi di Amerika Serikat (AS). Selain itu pelaku pasar mulai mengantisipasi pemotongan suku bunga pada tahun 2024.
Sentimen perbaikan ekonomi dan arah suku bunga yang menurun biasanya berpengaruh pada kenaikan daya beli masyarakat, sehingga diyakini membawa angin segar terhadap sektor properti. Di luar itu, ada stimulus PPN yang bisa berdampak positif bagi laba emiten properti di tahun 2024.
Tim Riset BNI Sekuritas memperkirakan, aneka sentimen positif akan membuat pra-penjualan sektor properti secara agregat tumbuh 3,5% YoY pada tahun 2023, kemudian 3,3% tahun 2024 dan 5,2% tahun 2025.
Baca Juga
Target Saham Raksasa Properti (SMRA) Dipangkas, Potensi Risiko Ini Mengintai
‘’Program insentif PPN yang berlangsung pada 21 November 2023 hingga 31 Desember 2024, dapat mengantisipasi tren pelemahan yang secara historis terjadi pada pra penjualan properti selama siklus pemilu sebelumnya,’’ ulas Tim BNI Sekuritas.
Meskipun perkiraan pra-penjualan tidak terlalu tumbuh signifikan di 2023, Tim BNI Sekuritas memandang potensi efek positif terhadap laba dengan kisaran antara 14% hingga 23%.
‘’Peningkatan potensial pendapatan ini bisa terwujud jika pengembang berhasil menghasilkan kenaikan penjualan melalui program PPN,’’ ulas BNI Sekuritas.
Adapun perkiraan laba akan tumbuh masing-masing 11,6% dan 16,5% pada tahun 2024 dan 2025. Sementara tahun 2023 laba agregat sektor properti diperkirakan tumbuh sebesar 8,1%.
Baca Juga
Sederet Keunggulan Kompetitif PT Ciputra Development Tbk (CTRA), Apa Saja?
Mengacu pada berbagai sentimen tadi, Tim Riset BNI Sekuritas menaikkan rekomendasi sektor properti menjadi overweight (OW) sebelumnya netral untuk periode 3 bulan, sedangkan untuk periode 12 bulan bertahan dengan rating OV.
Sementara dalam jangka pendek BNI Sekuritas mengantisipasi para pengembang akan meningkatkan langkah-langkah strategis selama periode stimulus PPN untuk meningkatkan pra-penjualan, terutama menjelang pemilu yang akan datang pada paruh pertama tahun 2024.
Sedangkan dalam jangka panjang, para pengembang diharapkan akan terus berupaya meningkatkan asset turnover dan mengalokasikan modal untuk mencapai kenaikan return on equity (ROE) secara bertahap.
‘’Top pick Tim Riset BNI Sekuritas di sektor properti tetap CTRA (PT Ciputra Development Tbk), dengan alasan kinerja pra-penjualan yang tangguh, momentum pendapatan yang kuat dan asset turnover yang lebih unggul dibandingkan dengan pemain sejenis,’’ ulas BNI Sekuritas.

