Meski IHSG Sepekan Anjlok, Beberapa Saham Melesat, Ada Yang Naik 88,24%
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang periode 4 – 8 September 2023 atau sepekan ini tertekan sebanyak 0,76% menjadi 6.924,780, dibandingkan pekan sebelumnya 6.977,654.
Begitu juga dengan nilai transaksi tidak sesemarak pekan sebelumnya, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pekan ini turun menjadi Rp9,97 triliun, dibandingkan RNTH sebesar Rp10,97 triliun peka lalu.
Baca Juga
Pjs. Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Kautsar Primadi Nurahmadi mengatakan, penurunan indikator transaksi juga tampak dari pada rata-rata frekuensi transaksi harian Bursa, turun sebesar 2,05% menjadi 1.121.707 kali transaksi dari 1.145.216 kali transaksi pada pekan yang lalu.
Sementara itu, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar saham sepanjang tahun 2023 sebesar Rp2,28 triliun. Sedangkan selama sepekan ini, asing mencatat jual bersih saham Rp 1,61 triliun.
Baca Juga
Harga Beras Global Melambung, Tertinggi dalam 15 Tahun. Ini Kata FAO
Meski IHSG melemah dan pemodal asing merealisasikan penjualan bersih saham, sejumlah saham masih ada yang berhasil menorehkan lompatan harga. Bahkan, satu saham melesat sebanyak 88,24% sepanjang pekan ini, yaitu PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) naik dari Rp 850 menjadi Rp 1.600.
Lompatan harga berikutny dicatatkan saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) naik dari Rp 164 menjadi Rp 238 atau melesat 45,12%. Saham PT Wicaksana Overseas International Tbk (WICO) naik dari Rp 120 menjadi Rp 171 atau melesat 42,50%.
Baca Juga
Penguatan juga melanda saham PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS) naik dari Rp 79 menjadi Rp 109 (37,97%) dan PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) melesat dari Rp 360 menjadi Rp 474 atau 31,67%.

