Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, MAPI, INDF, ACES, dan ERAA
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan berpotensi kembali terkoreksi, dengan indeks diperkirakan bergerak di level 7.180 – 7.254. Pada perdagangan hari ini, Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, antara lain Mitra Adiperkasa (MAPI), Indofood Sukses Makmur (INDF), Ace Hardware Indonesia (ACES), Pakuwon Jati (PWON), dan Erajaya Swasembada (ERAA).
“Di bursa domestik, IHSG pada perdagangan Senin, 1 April 2024, terkoreksi signifikan 1,15%. IHSG pada sesi 1 sempat menyentuh level terendah di 7.137, meski saat penutupan berhasil rebound ke 7205. Pelemahan IHSG disebabkan oleh sentimen negatif dari pelemahan rupiah hingga mencapai ke level terendah sejak Oktober 2023 yaitu Rp 15.900,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Selasa (2/4/2024).
Baca Juga
Laba Indah Kiat (INKP) Terjun 52%, Tapi Pemulihan Mulai Tampak
Ia mengatakan, pelemahan rupiah bisa meningkatkan capex emiten yang menggunakan dolar Amerika Serikat untuk membeli bahan baku. Selain itu, meningkatkan beban keuangan emiten dalam mata uang asing.
Ia menjelaskan, investor asing mencatatkan aksi net sell sebanyak Rp 1.52 triliun. Adapun 5 saham yang paling banyak dijual yaitu BMRI, BBRI, BBCA, TLKM, dan BBNI.
Baca Juga
Serangan Rudal Israel ke Suriah Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia
“Secara sektor, indeks sektor keuangan, kesehatan, dan transportasi mencatatkan pelemahan paling signifikan, masing-masing sebesar 2,70%, 1,56%, dan 1,57%. Di tengah pelemahan IHSG, tersisa sektor bahan baku yang masih berhasil menguat 0,36% dengan ditopang saham-saham produsen logam dan bahan kimia.
Bursa Global
Analis Mega Capital Sekuritas ini juga menjelaskan, bursa saham global ditutup variatif kemarin waktu setempat. "Perdagangan hari perdana di kuartal II-2024 ini ditutup dengan kinerja yang variatif di bursa saham global. Hal ini menunjukan sikap hati-hati pelaku pasar terhadap rilis data ekonomi dan berbagai komentar pejabat The Fed di pekan ini," paparnya.
Semalam, rilis data aktivitas manufaktur Amerika Serikat periode Maret 2024 berada di level 50,3, menunjukan kondisi ekspansif pertama kali sejak terkontraksi 16 bulan terakhir dan di atas perkiraan pasar pada level 48,5. Kuatnya aktivitas manufaktur AS ini semakin memperkuat keyakinan pasar bahwa The Fed akan sangat waspada dalam menurunkan suku bunga di bulan Juni 2024.
Selanjutnya, hari ini, pelaku pasar akan menanti rilis data tenaga kerja JOLTS yang diperkirakan sedikit menurun di periode Februari 2024. Pasar juga menanti komentar dari berbagai pejabat The Fed seperti Bowman, Williams, dan Mester.

