IHSG Berpotensi Sideways, Simak 6 Saham Rekomendasi BNI Sekuritas
JAKARTA, investortrust.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi sideways dalam perdagangan Senin (13/11/2023) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini diungkapkan Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman, yang juga memberikan enam rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini.
“Hari ini IHSG berpotensi sideway cenderung menguat. Level support IHSG berada di 6.770-6.800 dan level ance IHSG berada di 6.850-6.870,” terang Fanny secara tertulis.
BNI Sekuritas pun memiliki enam rekomendasi saham 13 November 2023, meliputi BBCA untuk speculative buy dengan harga support Rp 8.800 dan cut loss jika menembus ke bawah Rp 8.650. Bila tidak turun sampai level itu, harga saham BBCA berpotensi naik ke level Rp 9.025-9.175 dalam jangka pendek.
Selanjutnya ada saham BBNI yang juga direkomendasikan speculative buy dengan level support Rp 4.850 dan cut loss jika menembus ke bawah Rp 4.800. Jika harga tidak turun di bawah Rp 4.800, saham ini diproyeksi naik ke level Rp 4 920-4.970 dalam jangka pendek.
Baca Juga
Mitra Adiperkasa (MAPI) Tambah Gerai Flying Tiger, Bagaimana Target Harga Sahamnya?
Pilihan saham ketiga dari BNI Sekuritas adalah HMSP dengan speculative buy di level support Rp 970 dan cut loss bila turun ke level Rp 950. Bila tidak, Fanny memprediksi harga saham HMSP bisa naik ke kisaran Rp 990-1000 dalam jangka pendek.
Di sisi lain, saham PGEO direkomendasikan buy on weakness dengan level support Rp 1.190 dan cut loss jika turun di bawah Rp 1.150. “Jika tidak break di bawah Rp 1.150, potensi naik ke Rp 1.280-1.330 short term,” sambung Fanny.
Sedangkan dua saham terakhir, yakni INCO dan MAPA direkomendasikan speculative buy dengan perkiraan level support, masing-masing Rp 4.640 dan Rp 750. Keduanya disarankan dijual untuk memotong kerugian (cut loss) bila menembus harga di bawah Rp 4.600 dan Rp 730.
“Jika tidak break harga tersebut, INCO potensi naik ke Rp 4.710-4.830 short term dan MAPA berpotensi naik ke Rp 780-820 short term,” jelas Fanny.
Sebelumnya, IHSG ditutup turun 0.42% pada Jumat (10/11/2023), disertai aksi jual bersih (net sell) asing Rp 615 miliar pada pasar reguler. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BBCA, GOTO, BBNI dan BMRI.
Sedangkan Jumat lalu indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat sebesar 1,15%, begitu juga dengan S&P 500 yang naik sebesar 1,56%, bahkan indeks Nasdaq menguat lebih tinggi sebesar 2,05%.
Baca Juga
“Semua 11 sektor dari S&P 500 mencatat kenaikan. Saham Microsoft ditutup menguat sebesar 2,5%. Saham Apple, Meta, Tesla, dan Netflix masing-masing naik lebih dari 2%, sementara Alphabet menguat sebesar 1,8%,” sambung Fanny.
Sepanjang pekan lalu, S&P 500 mencatat kenaikan sebesar 1,3%, sementara Dow Jones dan Nasdaq masing-masing menguat sekitar 0,7% dan 2,4%.
Selanjutnya, perdagangan bursa di kawasan regional Asia Pasifik Jumat lalu mencatat koreksi, mengikuti pergerakan bursa AS pada malam sebelumnya. Setelah ketua Federal Reserve menyatakan bahwa nampaknya masih perlu pekerjaan tambahan untuk menurunkan inflasi.
Hang Seng mengalami penurunan terdalam sebesar 1,76%, diikuti STI Index sebesar 0,91%. Saat itu, Hong Kong melaporkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,1% (yoy) pada kuartal ketiga tahun ini, sesuai perkiraan. (CR-10)
Baca Juga

