Saat IHSG Turun Sepekan, Ada Saham Melesat 88,41%
JAKARTA, investortrust.id – PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) atau Latinusa tercatat sebagai saham paling cuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan ini. Bahkan, lompatan harganya mencapai 88,41% hanya dalam tiga hari transaksi.
Berdasarkan data BEI terkait perdagangan saham pekan ini, saham NIKL melambung dari level Rp 276 menjadi Rp 520 atau naik 88,41%. Penguatan serupa juga melanda saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) dengan penguatan 50% dari Rp 620 menjadi Rp 930.
Baca Juga
Meski Catat ATH Dua Hari Beruntun, IHSG Sepekan Justru Anjlok, Kok Bisa?
Saham cuan lainnya adalah PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) melesat 48,61% dari Rp 144 menjadi Rp 214, Saham PT Mitra Investindo Tbk (MITI) naik dari Rp 155 menjadi Rp 206, dan kelima dicatatkan saham PT Duta Intidaya Tbk (DAYA) dari Rp 330 menjadi Rp 390 atau naik 23,03%.
Latinusa (NIKL_ merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang memproduksi tinplate berkualitas tinggi. Perusahaan ini dikendalikan Nippon Steel Corporation dengan kepemilikan 35%, Mitsui & Co Ltd sebanyak 10%, dan Metal One Corporation mencapai 5%. PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) juga menggenggam sebanyak 20,1% saham NIKL.
Hingga akhir 2023, Latinusa (NIKL) membukukan penurunan penjualan menjadi US$ 171,08 juta, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 255,34 juta. Penurunan tersebut memicu perseroan berbalik menjadi rugi tahun berjalan US$ 3,66 juta pada 2023, dibandingkan tahun 2022 dengan laba tahun berjalan US$ 7,12 juta.
Baca Juga
Fokus Kembangkan Data Center dan Fiber Optic, Manajemen Telkom (TLKM) Ungkap Tujuan Besar Ini
Lompatan sejumlah saham tersebut berbanding terbalik dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI justru melemah 0,73% dari 7.381,907 menjadi 7.328,054. Meskipun dilanda pelemahan, IHSG pekan ini justru berhasil mencatatkan level tertinggi baru (all time hihg/ATH) ke 7.454,44.
Berdasarkan data BEI, penurunan indeks dipicu atas koreksi hampir seluruh sektor saham dengan terdalam sektor keuangan 1,69%, sektor energi 0,81%, dan sektor properti 0,70%. Penguatan hanya melanda saham sektor kesehatan 0,97%, sektor transportasi 0,47%, dan sektor consumer non primer 0,19%.
Pemodal asing tercatat masih mempertahankan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 7,39 triliun. Angka tersebut menunjukkan lompatan drastic dari akhir pekan sebelumnya dengan net buy hanya Rp 663,69 miliar. Penyumbang utama net buy Net buy perseroan pekan ini berasal dari transaksi saham PT Mandal Multi Finance Tbk (MFIN) senilai Rp 6,17 triliun di pasar negosiasi.
Sumber: BEI

