IHSG Ditutup Menguat Tipis 4,96 Poin, Jajaran Saham Ini Cetak Gain Tertinggi
JAKARTA, investortrust.id – Pasar saham bergerak di zona positif sepanjang perdagangan hari ini, Rabu (23/8/2023). Saat perdagangan sesi I pagi tadi dibuka, indeks harga saham gabungan (IHSG) sesi I langusng menguat ke level 6.928,88.
Meski hanya naik tipis, pasar mampu bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi II IHSG. Posisi IHSG tercatat bertenggar pada level 6.921,41 menguat sebesar 4,96 poin (0,07%%) dibanding penutupan IHSG kemarin.
Kondisi berbeda tampak pada pada indeks LQ45 yang mengalami pelemahan sebesar 0,29% begitu pula dengan IDX30 yang melemah 0,36%.
Baca Juga
Perdagangan berlangusung semarak dengan nilai transaksi sebesar Rp 10,79 triliun, sebanyak 17,16 miliar lembar saham diperdagangan.
Adapun saham-saham yang mengalami kenaikan tertinggi (top gainer) hari ini diantaranya saham PUDP yang naik 24% ke level Rp 805, saham PADI naik 20% jadi Rp 6, saham GEMS naik 13% jadi Rp 7.550, saham TAMU naik 12% jadi Rp 9 dan saham SULI naik 10% jadi Rp 129.
Sementara jajaran top loser atau yang mengalami penurunan terbesar diantaranya GTRA turun 14% jadi 222, saham ECII tergerus 12% ke level 356, saham TMAS turun 10% jadi Rp 212, saham MIRA turun 10% jadi Rp 9 dan saham RONI turun 9% jadi Rp 650 per lembar.
Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut penguatan pasar saham yang terjadi karena didorong oleh dua sentimen, pertama data PMI manufaktur dan servis Jepang yang naik serta pidato Presiden Tiongkok.
Baca Juga
Jual 32,62 Juta Ton Batubara, Adaro Energy (ADRO) Raup Laba Inti US$ 1,02 Miliar
The au Jibun Bank Japan Manufacturing PMI tercatat naik menjadi 49,7 pada Agustus 2023 dari sebelumnya 49,6 pada bulan Juli. Sementara The au Jibun Bank Japan Services PMI meningkat ke level tertinggi dalam tiga bulan di 54,3 pada Agustus 2023 dari sebelumnya 53,8 pada Juli.
Sementara Presiden Xi Jinping dalam pidatonya mengatakan bahwa perekonomian Tiongkok cukup tangguh dan fundamental pertumbuhan jangka panjangnya tetap tidak berubah, juga untuk melindungi nilai tukar yuan, di mana Tiongkok kemungkinan akan menjual kepemilikan treasury Amerika Serikat (AS).
“Pasar menilai langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Tiongkok dalam menjaga stabilitas perekonomiannya,” tulis Riset Pilarmas yang diterbitkan, Rabu (23/8/2023).

