IHSG Ditutup Naik Tipis 3,14 Poin, Saham Berikut Dipimpin SWID Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (29/7/2025), ditutup naik tipis 3,14 poin (0,04%) menjadi 7.617,91. Laju indeks dalam rentang dalam rentang 7,565-7.641 dengan nilai transaksi Rp 12,74 triliun.
Penguatan tipis dipicu atas pembalikan arah saham PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) dari sebelumnya ARA level Rp 25.800 di sesi I menjadi anjlok 12,56% ke Rp 18.800 pada penutupan. Sedangkan sektor saham penopang IHSG datang dari sektor material dasar 1,75%, sektor energi 1,02%, sektor teknologi 1,30%, sektor konsumer primer 0,72%, sektor kesehatan 0,85%, dan sektor property 0,56%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor keuangan 1,49% dan sektor transportasi 1%.
Baca Juga
Dukung Swasembada Pangan RI, Thailand Bawa Perusahaan Teknologi Pertanian Canggih ke Inagritech
Meski IHSG naik tipis, sejumlah saham berikut justru torehkan lompatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Sarawanti Indoland Development Tbk (SWID) melesat 35% menjadi Rp 81, PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) melesat 34,76% menjadi Rp 252, dan PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) naik 34,75% menjadi Rp 190.
ARA juga melanda saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) sebanyak 25% menjadi Rp 545, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) sebanyak 20% menjadi Rp 38.850. Walau tak ARA, saham PT Pulau Subur Tbk (PTPS) melesat 25,58% menjadi Rp 162.
Sebaliknya saham dengan penurunan dalam dicatatkan lima saham berikut, yaitu saham SMMA turun 12,56% menjadi Rp 18.800, ASPI melemah 9,80% menjadi Rp 276, SOLA turun 9,87% menjadi Rp 137, MGLV melemah 9,59% menjadi Rp 660, dan IFII melemah 9,38% menjadi Rp 232.
Baca Juga
PGN (PGAS) Bongkar 3 Elemen Penting Pengelolaan Bisnis Gas Bumi Ramah Lingkungan
Kemarin, IHSG kembali torehkan rekor dalam sembulan bulan terakhir setelah cetak kenaikan 71,27 poin (0,94%) menjadi 7.614,77. Bahkan sepanjang hari laju indeks sempat menyentuh level tertinggi sepanjang tahun ini di posisi 7.669,44. Pemodal asing membukukan net buy saham mencapai Rp 49,57 miliar.
Penguatan tersebut ditopang kenaikan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor infrastruktur naik 2,61%, energi naik 2,26%, sektor energi 1,36%, sektor konsumer primer 1,32%, sektor property 1,12%, dan sektor keuangan 0,28%. Sebaliknya penurunan saham sektor kesehatan 0,17%.
Di tengah penguatan indeks sejumlah saham ini catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu AMIN naik 34,62% menjadi Rp 210 dan SOLA naik 34,51% menjadi Rp 152. ARA juga melanda saham CLAY sebanyak 24,86% menjadi Rp 1.155, SMMT menguat 24,71% menjadi Rp 1.085, dan PGUN naik 24,59% menjadi Rp 1.140.

